kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Pembatasan Truk Sumbu Tiga Saat Musim Liburan Menekan Kinerja Logistik


Jumat, 30 Januari 2026 / 13:50 WIB
Pembatasan Truk Sumbu Tiga Saat Musim Liburan Menekan Kinerja Logistik
ILUSTRASI. Angkutan Barang (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembatasan operasional truk sumbu tiga yang rutin diberlakukan saat hari besar keagamaan dinilai ikut menekan kinerja logistik nasional dari sisi mikroekonomi. Kebijakan tersebut disebut menjadi salah satu faktor turunnya Logistics Performance Index (LPI) Indonesia.

Berdasarkan data terbaru Bank Dunia (2023), peringkat LPI Indonesia merosot ke posisi 63 dari 139 negara. Posisi ini tertinggal dibanding negara Asia Tenggara lain seperti Singapura (peringkat 1), Malaysia (31), Thailand (37), Filipina (47), dan Vietnam (50).

LPI merupakan indikator yang mengukur kinerja logistik suatu negara berdasarkan enam dimensi, yakni efisiensi kepabeanan, kualitas infrastruktur, pengiriman internasional, kualitas layanan logistik, kemampuan pelacakan, dan ketepatan waktu pengiriman.

Pakar Logistik Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI) Dodi Permadi mengatakan, penurunan peringkat tersebut mencerminkan masih lemahnya performa layanan logistik Indonesia. 

Baca Juga: Pembatasan Truk Tekan Volume Pengiriman Logistik Saat Nataru 2025/2026

Dodi mencatat, LPI Indonesia turun 17 peringkat dari posisi 46 pada 2018 menjadi 63 pada 2023, dengan skor menurun dari 3,15 menjadi 3,0. Dari enam dimensi, hanya kepabeanan dan infrastruktur yang mencatat perbaikan. 

Sementara penurunan terdalam terjadi pada dimensi ketepatan waktu dan pelacakan, disusul pengiriman internasional serta kompetensi dan kualitas layanan logistik. “Salah satu faktor penyebabnya adalah pembatasan truk sumbu tiga saat libur hari besar keagamaan, apalagi jika diberlakukan terlalu lama,” ujar Dodi dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).

Ia menambahkan, pelarangan truk sumbu tiga otomatis meningkatkan biaya logistik karena kapasitas angkut berkurang. Penggunaan truk sumbu dua yang lebih kecil membuat volume muatan menurun, jumlah perjalanan bertambah, serta konsumsi bahan bakar meningkat.

Menurut Dodi, berbagai studi menunjukkan pengalihan dari truk sumbu tiga ke sumbu dua dapat meningkatkan biaya angkut per kilometer sebesar 20% hingga 50%. Penelitian Fakultas Teknik Universitas Indonesia juga mencatat kenaikan biaya logistik lebih dari 40% per kilometer. “Kenaikan biaya ini berdampak pada daya saing produk domestik,” katanya.

Baca Juga: Gempuran Truk Impor China Tekan Industri Kendaraan Niaga Indonesia di 2025

Dari sisi makroekonomi, data World Competitiveness Ranking (WCR) 2025 yang dirilis International Institute for Management Development (IMD) menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menciptakan lingkungan bisnis yang kompetitif masih lemah. Dari empat faktor penilaian—kinerja ekonomi, efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis, dan infrastruktur—Indonesia tertinggal terutama pada efisiensi pemerintah dan infrastruktur.

Pada aspek kerangka institusi pemerintahan (institutional framework), Indonesia berada di peringkat 51. Sementara pada faktor infrastruktur, Indonesia menempati posisi 40 dari 69 negara, turun dari peringkat 27 pada 2024. Menurut Dodi, kondisi tersebut mencerminkan masih rendahnya efisiensi kebijakan pemerintah, termasuk dalam pengaturan sektor logistik. 

Selanjutnya: Frieren S2 Episode 3 Sub Indo Rilis Jam Berapa? Cek Jadwal, Preview, dan Sinopsis

Menarik Dibaca: Bukan Hanya Teknis! 5 Soft Skill Ini Kunci Sukses Karier 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×