kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.917.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.789   -61,00   -0,36%
  • IDX 8.975   24,32   0,27%
  • KOMPAS100 1.244   9,59   0,78%
  • LQ45 882   8,84   1,01%
  • ISSI 330   0,91   0,28%
  • IDX30 451   1,60   0,36%
  • IDXHIDIV20 533   1,62   0,31%
  • IDX80 138   1,09   0,79%
  • IDXV30 147   -0,35   -0,24%
  • IDXQ30 145   0,87   0,61%

Gempuran Truk Impor China Tekan Industri Kendaraan Niaga Indonesia di 2025


Senin, 26 Januari 2026 / 18:21 WIB
Gempuran Truk Impor China Tekan Industri Kendaraan Niaga Indonesia di 2025
ILUSTRASI. Penjualan truk di Indonesia anjlok 10% (retail) dan 15% (wholesales) sepanjang 2025. Temukan penyebab utama penurunan ini dan ancaman bagi industri nasional. (Dok/NULL)


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan kendaraan niaga berat sepanjang 2025 menghadapi tekanan cukup berat.

Meski segmen mobil pikap masih mencatatkan pertumbuhan, kondisi tersebut tidak diikuti oleh penjualan truk yang justru mengalami penurunan signifikan.

Ketua Umum Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) Jimmy Tenacious mengakui bahwa sepanjang tahun lalu pasar truk tidak bergerak sekuat harapan pelaku industri. “Penjualan truk tahun 2025 mengalami tekanan,” kata Jimmy Tenacious, Ketua Umum Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo), kepada Kompas.com, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga: Harapan Duta (HOPE) Optimistis Bisnis Karoseri Tumbuh pada 2026

Truk Mercedes-Benz Actros

Berdasarkan data retail sales Gaikindo, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 59.303 unit truk dikirim ke pelanggan.

Jumlah tersebut setara 7,1 persen dari total pasar mobil nasional.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kinerja retail sales minus 10 persen.

Baca Juga: Penjualan Mobil Hybrid Melonjak 10% pada 2025, Ini 15 Model Paling Laris di Indonesia

UD Trucks New Kuzer SKE 150

Pada 2024, pengiriman truk ke pelanggan masih mencapai 66.570 unit, atau berselisih 7.267 unit dengan tahun 2025.

Kondisi serupa terjadi pada penjualan wholesales truk.

Sepanjang 2025, pengiriman dari pabrik ke diler hanya mencapai 56.754 unit, atau minus hingga 15 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Baca Juga: Insentif EV Dinilai Perlu Berbasis TKDN, Bukan Sekadar Perakitan

Proses pembuatan truk Hino di PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI)

Tercatat, angka ini menurun dibandingkan tahun 2024 yang meraih 67.015 unit.

Artinya, pengiriman wholesales pada 2025 berselisih 10.261 unit dibandingkan 2024.

Adapun penyebab turunnya penjualan truk dipengaruhi oleh sejumlah faktor.

Baca Juga: Hyundai Siapkan US$ 3 Miliar untuk Produksi Kendaraan Listrik di Indonesia

Salah satu yang paling dirasakan pelaku industri adalah masuknya truk impor asal China ke Indonesia yang tidak seluruhnya tercatat dalam data resmi.

Direktur Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) Harianto menilai kondisi ini tidak hanya berdampak pada kinerja perusahaan, tetapi juga mengancam keberlangsungan industri kendaraan niaga nasional.

"Tahun 2025 itu jadi tahun paling suram buat kami. Seperti yang kita ketahui beberapa tahun ini banyak truk impor China yang masuk ke Indonesia," kata Harianto di Purwakarta (21/1/2026).

Tekanan penjualan sepanjang 2025 pun menjadi catatan penting bagi industri truk nasional, terutama dalam menghadapi persaingan dengan produk impor dan menjaga keberlanjutan ekosistem kendaraan niaga di dalam negeri.

Selanjutnya: Korea Selatan Pulangkan 73 Terduga Pelaku Penipuan Online (Scam) dari Kamboja

Menarik Dibaca: Awas Hujan Ekstrem di Sini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (27/1) Jabodetabek

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×