Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan kendaraan niaga berat sepanjang 2025 menghadapi tekanan cukup berat.
Meski segmen mobil pikap masih mencatatkan pertumbuhan, kondisi tersebut tidak diikuti oleh penjualan truk yang justru mengalami penurunan signifikan.
Ketua Umum Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) Jimmy Tenacious mengakui bahwa sepanjang tahun lalu pasar truk tidak bergerak sekuat harapan pelaku industri. “Penjualan truk tahun 2025 mengalami tekanan,” kata Jimmy Tenacious, Ketua Umum Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo), kepada Kompas.com, Sabtu (24/1/2026).
Baca Juga: Harapan Duta (HOPE) Optimistis Bisnis Karoseri Tumbuh pada 2026
Berdasarkan data retail sales Gaikindo, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 59.303 unit truk dikirim ke pelanggan.
Jumlah tersebut setara 7,1 persen dari total pasar mobil nasional.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kinerja retail sales minus 10 persen.
Baca Juga: Penjualan Mobil Hybrid Melonjak 10% pada 2025, Ini 15 Model Paling Laris di Indonesia
Pada 2024, pengiriman truk ke pelanggan masih mencapai 66.570 unit, atau berselisih 7.267 unit dengan tahun 2025.
Kondisi serupa terjadi pada penjualan wholesales truk.
Sepanjang 2025, pengiriman dari pabrik ke diler hanya mencapai 56.754 unit, atau minus hingga 15 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Baca Juga: Insentif EV Dinilai Perlu Berbasis TKDN, Bukan Sekadar Perakitan
Tercatat, angka ini menurun dibandingkan tahun 2024 yang meraih 67.015 unit.
Artinya, pengiriman wholesales pada 2025 berselisih 10.261 unit dibandingkan 2024.
Adapun penyebab turunnya penjualan truk dipengaruhi oleh sejumlah faktor.
Baca Juga: Hyundai Siapkan US$ 3 Miliar untuk Produksi Kendaraan Listrik di Indonesia
Salah satu yang paling dirasakan pelaku industri adalah masuknya truk impor asal China ke Indonesia yang tidak seluruhnya tercatat dalam data resmi.
Direktur Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) Harianto menilai kondisi ini tidak hanya berdampak pada kinerja perusahaan, tetapi juga mengancam keberlangsungan industri kendaraan niaga nasional.
"Tahun 2025 itu jadi tahun paling suram buat kami. Seperti yang kita ketahui beberapa tahun ini banyak truk impor China yang masuk ke Indonesia," kata Harianto di Purwakarta (21/1/2026).
Tekanan penjualan sepanjang 2025 pun menjadi catatan penting bagi industri truk nasional, terutama dalam menghadapi persaingan dengan produk impor dan menjaga keberlanjutan ekosistem kendaraan niaga di dalam negeri.
Selanjutnya: Korea Selatan Pulangkan 73 Terduga Pelaku Penipuan Online (Scam) dari Kamboja
Menarik Dibaca: Awas Hujan Ekstrem di Sini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (27/1) Jabodetabek
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













