kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Pemerintah akan meminta tambahan kuota BBM subsidi


Senin, 09 Juli 2012 / 21:52 WIB
ILUSTRASI. Peranan Sektor Properti: Pembangunan perumahan di Bogor, Jumat (05/06). KONTAN/Baihaki/05/02/2021


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menambah kuota subsidi bahan bakar minyak (BBM) 2012. Penambahan kuota akan diajukan kepada DPR pada bulan Oktober atau November nanti.

Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini mengatakan, penambahan kuota dikarenakan adanya pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan populasi kendaraan bermotor. "Mungkin Oktober atau November kami minta tambahan kuota,” katanya Senin (9/7),

Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas, Ibrahim Hasyim mengatakan, realisasi konsumsi BBM subsidi terus naik. Pada semester I tahun ini, realisasi konsumsi BBM sudah melebihi kuota yang telah ditetapkan.

Berdasarkan catatan dari BPH Migas, semester I tahun 2012, konsumsi BBM mencapai 21,6 juta kiloliter dari kuota yang dipatok tahun ini sebesar 40 juta kiloliter. "Semester I sudah over 4% jadi realisasi konsumsinya itu 54% dari total semua," ujar Ibrahim.

Adapun, rincian realisasi konsumsi bbm subsidi sampai 30 Juni 2012 adalah untuk premium sudah 13,5 juta kiloliter, kerosin (minyak tanah) 0,6 juta kiloliter, dan solar 7,5 juta kiloliter. Menurut Ibrahim, ada beberapa alasan menyebabkan naiknya konsumsi BBM subsidi diantaranya kenaikan harga BBM non subsidi (pertamax).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×