kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Pemerintah akan meminta tambahan kuota BBM subsidi


Senin, 09 Juli 2012 / 21:52 WIB
Pemerintah akan meminta tambahan kuota BBM subsidi
ILUSTRASI. Peranan Sektor Properti: Pembangunan perumahan di Bogor, Jumat (05/06). KONTAN/Baihaki/05/02/2021


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menambah kuota subsidi bahan bakar minyak (BBM) 2012. Penambahan kuota akan diajukan kepada DPR pada bulan Oktober atau November nanti.

Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini mengatakan, penambahan kuota dikarenakan adanya pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan populasi kendaraan bermotor. "Mungkin Oktober atau November kami minta tambahan kuota,” katanya Senin (9/7),

Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas, Ibrahim Hasyim mengatakan, realisasi konsumsi BBM subsidi terus naik. Pada semester I tahun ini, realisasi konsumsi BBM sudah melebihi kuota yang telah ditetapkan.

Berdasarkan catatan dari BPH Migas, semester I tahun 2012, konsumsi BBM mencapai 21,6 juta kiloliter dari kuota yang dipatok tahun ini sebesar 40 juta kiloliter. "Semester I sudah over 4% jadi realisasi konsumsinya itu 54% dari total semua," ujar Ibrahim.

Adapun, rincian realisasi konsumsi bbm subsidi sampai 30 Juni 2012 adalah untuk premium sudah 13,5 juta kiloliter, kerosin (minyak tanah) 0,6 juta kiloliter, dan solar 7,5 juta kiloliter. Menurut Ibrahim, ada beberapa alasan menyebabkan naiknya konsumsi BBM subsidi diantaranya kenaikan harga BBM non subsidi (pertamax).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×