kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pemerintah akan perluas bandara Raja Ampat


Jumat, 21 Februari 2014 / 18:08 WIB
Pemerintah akan perluas bandara Raja Ampat
ILUSTRASI. Beristirahat di malam hari (David Prado/Stocksy United)


Reporter: Agus Triyono | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah berencana untuk mengembangkan Bandara Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Kebijakan ini, dilakukan untuk mendukung kegiatan perekonomian, perdagangan dan pariwisata di Raja Ampat.

Herry Bakti S Gumay, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, mengatakan, upaya pengembangan tersebut akan dilakukan dengan memperpanjang runway bandara dari yang saat ini panjangnya cuma 1.200 meter menjadi 1.400 meter. Bukan hanya itu saja, runway yang saat ini lebarnya cuma 23 meter menjadi 30 meter.

Herry berharap, dengan pengembangan yang dilakukan oleh pemerintah ini frekuensi penerbangan di Bandara Raja Ampat yang saat ini hanya sebanyak dua kali seminggu bisa ditingkatkan. Selain itu dia juga berharap rute penerbangan yang saat ini baru dari Sorong ke Raja Ampat, bisa ditingkatkan.

"Mengenai investasinya  kami belum lihat, kalau target penyelesaiannya kapan, kami juga tidak ada karena ini mengandalkan kantong kanan dan kiri juga," katanya Jumat (21/2).

Sementara itu Marcus Wanma, Bupati Raja Ampat mengatakan, berdasarkan hasil nota kesepahaman yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dengan Kementerian Perhubungan yang dibuat pekan ini, pengembangan bandara tersebut akan didanai oleh pemerintah pusat. Pemerintah kabupaten, hanya menyediakan lahan.

Sekadar catatan saja, Bandar Udara Baru Raja Ampat merupakan bandara yang diresmikan pada 9 Mei 2011 lalu. Marcus menambahkan, bandara tersebut dibangun dengan dana APBD Kabupaten Raja Ampat. "Kami sudah mengeluarkan Rp 47- Rp 48 miliar untuk membangun bandara tersebut," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×