kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Tiga bandara baru di Maluku segera beroperasi


Kamis, 20 Februari 2014 / 21:33 WIB
ILUSTRASI. Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk (KAEF) David Utama.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

AMBON. Tiga bandara baru di Maluku dalam waktu dekat akan segera beroperasi. Bandara tersebut yakni bandara Ibra di Maluku Tenggara, bandara Saumlaki baru di Maluku Barat Daya (MBD) serta bandara Kuffar di Seram Bagian Timur (SBT).

Ketiga bandara yang telah selesai dibangun ini akan dioperasikan oleh pemerintah guna mempermudah akses transportasi masyarakat dan percepatan pembangunan di Maluku.

“Saya sudah bertemu pak Menteri (Perhubungan) EE Mangindaan untuk melaporkan perampungan pembangunan tiga bandara baru tersebut, dan pak menteri bilang tiga bandara baru itu akan dioperasikan bersama 11 bandara lainnya di Indonesia,” kata Anthonius.

Dia mengungkapkan, berbagai sarana penunjang bandara yang dibangun sejak 2010 tersebut telah rampung, di antaranya apron atau area parkir pesawat (taxi way) terminal dan ruang tunggu penumpang serta sarana navigasi.

Selain itu, lanjut Anthonius, tim Kementerian Perhubungan serta Dinas Perhubungan dan instansi teknis lainnya telah melakukan uji kelayakan tiga bandara baru tersebut.

“Uji kelayakan terhadap pengoperasian tiga bandara baru itu sudah dilakukan, dan dalam waktu dekat akan dilakukan uji coba penerbangan untuk pengoperasiannya," terangnya.

Dia menjelaskan, panjang landasan pacu bandara Saumlaki baru dan Ibra sepanjang 1.461 meter, sedangkan bandara Kuffar di SBT 1.400 meter. Rencananya, ketiga landasan pacu bandara itu akan diperpanjang secara bertahap hingga 2.500 meter.

“Rencananya seperti itu agar ke depan bisa disinggahi pesawat berbadan lebar, dan penerbangan internasional," katanya. (Rahmat Rahman Patty)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×