kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.624.000   -40.000   -1,50%
  • USD/IDR 17.783   18,00   0,10%
  • IDX 6.596   -4,17   -0,06%
  • KOMPAS100 859   -4,53   -0,52%
  • LQ45 652   -2,54   -0,39%
  • ISSI 229   -0,27   -0,12%
  • IDX30 365   -1,19   -0,33%
  • IDXHIDIV20 451   -1,09   -0,24%
  • IDX80 98   -0,50   -0,51%
  • IDXV30 124   -1,26   -1,01%
  • IDXQ30 117   -0,24   -0,20%

Pemerintah Bidik Penerapan B60 pada 2027, Rencana Tambah 10% HVO


Rabu, 02 September 2026 / 20:20 WIB
Pemerintah Bidik Penerapan B60 pada 2027, Rencana Tambah 10% HVO
ILUSTRASI. Pemerintah targetkan penerapan mandatori biodiesel B60 atau campuran biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 60% dimulai pada 2027 (Dok/KPI)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menargetkan penerapan mandatori biodiesel B60 atau campuran biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 60% dimulai pada 2027.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung mengatakan, penetapan target ini sesuai dengan apa yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto.

"Tahun ini ini kita sudah mengimplementasikan B50, dan Bapak Presiden waktu kita meluncurkan B50 beliau sudah menyampaikan tahun depan diimplementasikan B60," ungkapnya dalam The 12th Indonesia EBTKE ConEx 2026 di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga: Cuaca Kering, Produksi Minyak Sawit Indonesia Diperkirakan Turun 2,9% di 2027

Menurut Yuliot, untuk merealisasikan B60 membutuhkan kesiapan dari hulu hingga hilir. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan bahan baku berupa crude palm oil (CPO), peningkatan produktivitas perkebunan sawit, serta kapasitas industri fatty acid methyl ester (FAME).

Ia menekankan, pemerintah perlu melakukan evaluasi kesiapan penerapan B60 secara menyeluruh guna mendukung ketahanan energi nasional.

"Karena ini sudah merupakan arahan dari Bapak Presiden, ya kita juga harus berusaha untuk diimplementasikan secara keseluruhan," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menyebutkan, saat ini pemerintah bersama pemangku kepentingan tengah mempertimbangkan penambahan 10% hydrotreated vegetable oil (HVO) untuk mencukupi kandungan B60.

"Nah, para periset ini saya sedang mengimbau bagaimana kalau kita merealisasikan B60, apakah 50 ditambah 10 HVO. HVO kan sebetulnya juga sudah diproduksi oleh Pertamina," jelasnya.

Meskipun begitu, ia bilang salah satu aspek yang jadi pertimbangan adalah keterjangkauan harga, di mana harga HVO berkisar di 1,5 hingga 2 kali lipat dari FAME.

Baca Juga: PLTS 100 GWp Dikebut, Pertamina NRE Soroti Tantangan Lahan dan Baterai

Bagaimanapun, kata Eniya, pembahasan lebih lanjut terkait B60 belum dilakukan karena pemerintah tengah fokus pada tahap pengawasan implementasi B50 yang masih berjalan saat ini.

"Yang perlu dikonsolidasikan adalah spesifikasi FAME. Spesifikasi FAME untuk B50 yang sedang berjalan sudah menggunakan spesifikasi paling update dan paling bagus. Nanti untuk B60 harus kita konsolidasikan dulu," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×