kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.624.000   -40.000   -1,50%
  • USD/IDR 17.783   18,00   0,10%
  • IDX 6.596   -4,17   -0,06%
  • KOMPAS100 859   -4,53   -0,52%
  • LQ45 652   -2,54   -0,39%
  • ISSI 229   -0,27   -0,12%
  • IDX30 365   -1,19   -0,33%
  • IDXHIDIV20 451   -1,09   -0,24%
  • IDX80 98   -0,50   -0,51%
  • IDXV30 124   -1,26   -1,01%
  • IDXQ30 117   -0,24   -0,20%

Pemerintah Petakan Lebih Dari 250 Bendungan Kejar PLTS 100 GW, Potensi Capai 43 GW


Rabu, 02 September 2026 / 16:10 WIB
Pemerintah Petakan Lebih Dari 250 Bendungan Kejar PLTS 100 GW, Potensi Capai 43 GW
ILUSTRASI. PLTS Pertamina NRE (Dok/Pertamina NRE)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus melakukan pemetaan untuk mendukung program percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp). Salah satu potensi yang dioptimalkan yakni pemanfaatan permukaan air bendungan di seluruh wilayah Indonesia. 

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa pemerintah menetapkan percepatan pelaksanaan proyek menjadi tiga tahun dari rencana awal empat tahun. 

Dengan demikian, eksekusi pembangunan pembangkit listrik tenaga surya tersebut diproyeksikan mulai bergulir sepanjang kurun waktu 2026, 2027, hingga 2028.

Baca Juga: Pasar Suplemen Indonesia Tumbuh 10,3%, Awareness Masyarakat Meningkat

"Seluruh potensi untuk energi baru terbarukan khusus untuk 100 GW peak, kita juga sudah petakan. Jadi pelaksanaan kegiatan itu ada percepatan yang disampaikan oleh Bapak Presiden menjadi 3 tahun, tadinya kan kita merencarakan sekitar 4 tahun, jadi ini pelaksanaan kegiatan 2026, 2027, 2028," ujarnya saat ditemui di Jakarta International Expo (JIExpo) Kamayoran, Rabu (2/9/2026).

Yuliot menjelaskan, penyediaan lahan tidak hanya mengandalkan skema ground mounted atau instalasi di atas daratan saja. Pemerintah turut menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengidentifikasi seluruh waduk serta bendungan potensial yang tersebar di wilayah Nusantara agar bisa dimanfaatkan secara optimal.

"Jadi kita dengan Kementerian PU, bendungan yang sudah bisa dimaparkan, total bendungannya diidentifikasi oleh Kementerian PU lebih dari 250 bendungan seluruh Indonesia, jadi luasnya signifikan," jelasnya.

Dari hasil inventarisasi bersama tersebut, pemanfaatan permukaan air dari ratusan bendungan diperkirakan mampu menghasilkan daya listrik yang sangat besar. 

Kendati demikian, Kementerian ESDM masih melakukan kajian komprehensif guna menyaring wilayah mana saja yang paling siap dan layak untuk segera dikembangkan secara komersial.

Baca Juga: Pangsa Pasar Meningkat, Domain .id Ditargetkan Mencapai 2,8 Juta pada Tahun 2031

"Dan potensi dari bendungan tadi ada sekitar 43GW, ya tentu kita harus melihat dari sisi potensi ini mana yang layak untuk diusahakan," tuturnya.

Lebih lanjut, Yulito menambahkan, pemerintah menargetkan penyelesaian proyek PLTS terapung (floating PLTS) di Bendungan Saguling sebagai langkah percepatan awal. 

Selain penyiapan perizinan, percepatan juga mencakup penataan infrastruktur pendukung serta integrasi jaringan transmisi agar pasokan listrik dapat tersalurkan secara efektif ke sistem kelistrikan nasional. 

"Dalam waktu dekat yang bisa kita lakukan percepatan itu adalah untuk PLTS floating di Saguling, itu juga kita mau menyelesaikan perizinan dan juga ini berbagai infrastruktur ya terkait juga dengan transmisinya," pungkasnya.

Sekedar mengingatkan, Presiden Prabowo Subianto secara resmi melakukan Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali pada 25 Agustus 2026 lalu.

Memanfaatkan potensi energi surya Indonesia sebesar 3.294 GW, program ini digadang-gadang bakal memperkuat ketahanan dan kemandirian energi sekaligus mendorong peningkatan bauran energi bersih.

PLTS 100 GWp diklaim membuka peluang investasi hingga Rp 1.140 triliun, menciptakan 5,52 juta lapangan kerja, serta berpotensi menghemat APBN sebesar Rp 73,9 triliun per tahun dan menurunkan emisi 140 juta ton CO2. 

Baca Juga: Geopolitik Panas, Anggaran Subsidi & Kompensasi Energi Bisa Membengkak Jadi Rp 700 T

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×