kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Pemerintah Buka Program USO


Rabu, 15 April 2009 / 08:36 WIB


Reporter: Yudo Widiyanto |

JAKARTA-Pemerintah akhirnya membuka kembali program jaringan telekomunikasi masuk desa atau universal service obligation (USO) kepada operator atau penyelenggara jaringan telekomunikasi di tanah air.

Kali ini, pemerintah menawarkan wilayah USO yang terpisah yakni ada di paket 4-5 yang yang terbagi merata ke 7.773 desa di Indonesia Timur seperti, Sulawesi utara, Gorontalo, Sulewesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Irian Jaya Barat, dengan kebutuhan investasi awal sebesar Rp 274,7 miliar.

Kabag Umum dan Humas Dirjen Postel Gatot S Dewa Broto menjelaskan, persyaratan peserta adalah memiliki ijin penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dari Menkominfo dan mendaftarkan diri melalui online."Kami memberikan kesempatan mereka untuk mendaftar selama dua minggu setelah itu agendanya prakualifikasi yakni," imbuh Gatot, Selasa (14/4).

Sekedar informasi pemerintah menyelenggarakan seleksi tender tahap pertama USO pada November 2008 dan menawarkan paket wilayah 1,2,3, 6 dan 7. Perusahaan yang sempat meramaikan tender diantarannya adalah PT Indosat, PT Indonusa System Integrator Prima, PT Telkom, PT Telkomsel,PT Citra Sari Makmur dan PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia. Pada Januari lalu, pemerintah mengumumkan Telkomsel sebagai pemenangnya dengan nilai RP 1,7 triliun.

Selanjutnya, untuk paket 1,2,3, 6 dan 7 saat ini tidak mengalami kendala yang berarti dan masih dalam pengerjaan Telkomsel. "Paket sedang dalam proses pengerjaan, harapannya September tahun ini sudah kelar," ujarnya.

Sementara itu Head Devisi Public Relation Indonsat Adita Irawati mengatakan Indosat belum mengambil sikap untuk kembali ikut. "Belum ada sikap dari Indosar, kami pelajari dahulu tawarannya, ini karena informasinya baru saja kami terima," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×