kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pemerintah dorong e-commerce berbasis kerakyatan


Jumat, 03 Juni 2016 / 11:08 WIB
Pemerintah dorong e-commerce berbasis kerakyatan


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah Indonesia tidak ingin ketinggalan di era ekonomi digital. Oleh karenanya pemerintah kebut pembangunan serat optik Palapa Ring agar biaya akses antara Indonesia Timur dan Barat tak timpang.

“Di perkotaan kita kebut 4G. Kalau infrastruktur kencang, tugas berat itu di aplikasi. Ini mau saya dorong terus agar kita tak ketinggalan,” ujar Menkominfo Rudiantara kala membuka Seri Diskusi Indonesia Cellular Show dengan IndoTelko.com bertema Sharing Economy, Disruptive or Solution, di Jakarta, Kamis (2/6).

Menurutnya, salah satu yang didorong pemerintah adalah e-commerce berbasis kerakyatan. “Kita ingin dorong ekonomi digital berbasis kerakyatan. Kita akan bawa sejuta nelayan dan petani, serta 8 juta UKM Goes digital. Kita mau benefit dari ekonomi digital itu stay di Indonesia,” tegasnya.

Direktur Innovation & Strategic Portfolio Telkom Indra Utoyo mengakui digitalisasi dan sharing economy tak bisa ditolak, bahkan oleh pemain sekelas Telkom. “Kami adopsi juga sharing economy untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur demi efisiensi. Di era digital ini kita masih mencari model bisnis yang membuat ada sustainability growth,” katanya.

Ketua Tim Peneliti Smart City ITB Suhono Harso Supangkat menambahkan, digitalisasi akan hadir untuk merusak tatanan yang ada tetapi keluar dengan solusi. “Disruptive for solution ini yang harus dilakukan. Saya lihat sekarang kita baru euforia di kulitnya digital sehingga terkesan disruptive tetapi belum optimal memberikan solusi bagi masalah sosial. Agar disruptive for solution butuh e-leadership,” katanya. (Sanusi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×