kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.012   49,00   0,27%
  • IDX 5.792   97,05   1,70%
  • KOMPAS100 753   17,38   2,36%
  • LQ45 571   13,81   2,48%
  • ISSI 200   1,97   0,99%
  • IDX30 323   7,68   2,43%
  • IDXHIDIV20 397   8,26   2,12%
  • IDX80 85   1,98   2,38%
  • IDXV30 108   1,58   1,49%
  • IDXQ30 104   2,04   2,00%

Pemerintah harus fokus pemakaian energi dalam negeri untuk tekan impor


Rabu, 07 April 2021 / 15:59 WIB
ILUSTRASI. Kebutuhan LPG Nasional: Suasana penjualan LPG di Depok, Jawa Barat,


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

“Biaya investasi mahal tapi cost per unit per rumah tangga justru lebih murah, bahkan dibandingkan kompor gas elpiji 3 kilogram sekalipun. Uji coba di beberapa daerah di Jawa Timur sudah diketahui bahwa cost per unit lebih murah, tapi memang biaya investasinya mahal,” kata Fahmy.

Di tengah beban berat subsidi LPG, sejumlah rencana memang mulai dimunculkan. Salah satunya adalah rencana program 1 juta kompor listrik yang digagas oleh PLN. Namun, konversi LPG dengan listrik dianggap tidak efisien untuk jangka panjang.

Pasalnya siklus atau rantai konversi energi dari sumber primer menjadi listrik, lalu digunakan untuk kompor listrik sangat panjang. Siklusnya mencapai 5 rantai.

Baca Juga: PLN tawarkan promo tambah daya listrik jelang Ramadhan, ini gambarannya

Berbeda dengan konversi LPG dengan gas alam. Rantai konversi energi hanya sekali, yakni dari gas alam langsung dibakar menghasilkan panas.

Fahmy menilai program kompor listrik cukup baik, namun program kompor listrik dipastikan akan menimbulkan beban baru pemerintah lantaran akan ada subsidi. Apalagi daya watt kompor listrik juga cukup besar.

“Jargas lebih murah jika digunakan di sekitar sumber gas, sedangkan jika jauh masih mahal. Sementara kompor listrik di pasaran watt tinggi, jadi mana yang lebih murah,” katanya.

Kementerian ESDM sejatinya sudah memulai program jargas sejak 2009. Sesuai RPJMN yang telah ditetapkan, sampai tahun 2024 ditargetkan mampu dibangun jargas hingga 4 juta sambungan rumah tangga (SR). Meski program ini sudah berjalan lebih dari 12 tahun sampai saat ini yang terbangun 535.555 SR.




TERBARU

[X]
×