kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah mendorong eksplorasi penyempitan gas


Selasa, 04 Februari 2014 / 13:06 WIB
ILUSTRASI. Kartun The Haunted House, merupakan serial kartun horor asal Korea yang juga dikenal dengan sebutan Shinbi's House.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Untuk meningkatkan produksi migas nasional, pemerintah terus mengembangkan cadangan migas baru, termasuk tight gas (penyempitan gas). Saat ini pemerintah tengah melakukan seismik untuk mengetahui potensi tight gas di Indonesia.

"Setelah seismik, baru dilakukan eksplorasi untuk memastikan ada tidaknya tight gas," kata Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Hendra Fadly di Gedung Migas, Selasa (4/2).

Hendra menjelaskan, secara teori, potensi tight gas di Indonesia cukup besar. Namun untuk membuktikan perkiraan tersebut, harus dilakukan seismik dan eksplorasi. Tight gas diperkirakan berada di Kalimantan Timur, Jawa, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara.

Tight gas merupakan gas alam konvensional yang terperangkap pada batuan pasir yang ketat serta berpotensi dikembangkan dengan pola fracturing lapisan batuannya. Proses fracturing tight gas, mirip dengan shale gas.

"Negara yang telah mengembangkan tight gas adalah Amerika Serikat dan Kanada," jelas Hendra. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×