kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Pemerintah mendorong eksplorasi penyempitan gas


Selasa, 04 Februari 2014 / 13:06 WIB
ILUSTRASI. Kartun The Haunted House, merupakan serial kartun horor asal Korea yang juga dikenal dengan sebutan Shinbi's House.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Untuk meningkatkan produksi migas nasional, pemerintah terus mengembangkan cadangan migas baru, termasuk tight gas (penyempitan gas). Saat ini pemerintah tengah melakukan seismik untuk mengetahui potensi tight gas di Indonesia.

"Setelah seismik, baru dilakukan eksplorasi untuk memastikan ada tidaknya tight gas," kata Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Hendra Fadly di Gedung Migas, Selasa (4/2).

Hendra menjelaskan, secara teori, potensi tight gas di Indonesia cukup besar. Namun untuk membuktikan perkiraan tersebut, harus dilakukan seismik dan eksplorasi. Tight gas diperkirakan berada di Kalimantan Timur, Jawa, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara.

Tight gas merupakan gas alam konvensional yang terperangkap pada batuan pasir yang ketat serta berpotensi dikembangkan dengan pola fracturing lapisan batuannya. Proses fracturing tight gas, mirip dengan shale gas.

"Negara yang telah mengembangkan tight gas adalah Amerika Serikat dan Kanada," jelas Hendra. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×