kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pemesanan Beberapa Model Mobil KIA Harus Inden, Ini Penyebabnya


Jumat, 08 Juli 2022 / 21:48 WIB
ILUSTRASI. Ada kendala pasokan CBU, pemesanan beberapa model KIA harus inden. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Krisis pasokan semikonduktor global masih membayangi pabrikan otomotif maupun agen pemegang merk (APM), tidak terkecuali PT Kereta Indo Artha (KIA). 

Marketing and Development Division Head PT Kereta Indo Artha (KIA), Ario Soerjo mengonfirmasi, pasokan impor utuh alias Completely Build Up KIA pada beberapa model tertentu masih terkendala.

Walhasil, pemesanannya harus inden. Ario tidak merinci model KIA mana saja yang pasokannya terkendala dan perlu dipesan secara inden tersebut.

Baca Juga: Ada Krisis Semikonduktor, Daihatsu Lakukan Strategi Multisourcing

“Saat ini masih memerlukan inden 1-2 bulan, tetapi untuk varian dari model tertentu ada yang lebih panjang,” ujar Ario saat dihubungi Kontan.co.id (8/7).

Sebelumnya, persoalan pasokan CBU yang dialami sempat mempengaruhi performa penjualan KIA di pasar Indonesia pada 5 bulan pertama tahun 2022 ini. Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel mobil brand asal Korea Selatan itu menciut jadi 677 unit pada Januari-Mei 2022.

Baca Juga: Honda Prospect Motor (HPM) Masih Dibayangi Krisis Semikonduktor

Jumlah tersebut turun 46,1% dibanding realisasi penjualan ritel KIA pada Januari-Mei 2021 yang mencapai 1.257 unit. Harapan KIA, pasokan produk bisa membaik pada paruh kedua tahun 2022 ini. Dengan begitu, KIA berharap bisa menjaga agar penjualannya di pasar Indonesia tidak turun dibanding realisasi tahun 2021 lalu.

“Semoga nanti bisa terlihat di laporan Gaikindo,” tandas Ario.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×