kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemilik BlackBerry bantah buka 4.000 gerai sendiri


Selasa, 24 April 2012 / 17:04 WIB
ILUSTRASI. PLTD


Reporter: Melati Amaya Dori | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Tahun ini, Research In Motion (RIM) Indonesia membantah akan bangun gerai sendiri sebanyak 4.000 unit di Indonesia. RIM Indonesia mengaku hanya membuka point of present atau tempat penyedia BlackBerry di Indonesia dengan pola kerjasama dengan mitra.

"Selama ini banyak yang salah persepsi jika kami bangun 4000 gerai BlackBerry, tetapi yang benar adalah kami tambah 4.000 titik penyedia Blackberry di seluruh Indonesia," jelas Eka kepada wartawan sore ini (24/4).

Pengadaan point of present itu sudah dimulai sejak 2012 dan ditargetkan rampung akhir 2012 ini. RIM mengaku tidak membeda-bedakan lokasi atau tempat, baik di pusat perbelanjaan kelas atas atau pun kelas menengah.

Yang penting kata Eka, selama calon mitra itu bisa menjadi pemasok BlackBerry bagi konsumen, maka RIM Indonesia akan membuka kesempatan bekerja sama.

Sebagai contoh, pengadaan point of present di Pondok Indah Mall pada Maret lalu yang dilakukan atas kerja sama dengan Selular Shop. Untuk pembangunan lifestyle store ini, RIM membuka sharing modal pembangunan sebesar 50 : 50 dengan Selular Shop.

"Pengadaan point of present ini, rencananya memang paling banyak di Pulau Jawa mengingat konsumen Blackberry paling banyak di Jawa," tambah Eka.

Namun, sangat disayangkan, saat ditanya soal besarnya investasi untuk pengadaan 4000 point of present Blackberry tersebut, Eka enggan menyebutkannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×