kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Pendapatan dan laba Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) di kuartal III menyusut


Senin, 28 Oktober 2019 / 17:28 WIB
Pendapatan dan laba Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) di kuartal III menyusut
ILUSTRASI. Kendaraan petugas PT Indonesia Kendaraan Terminal (PT IKT) melintas di samping mobil yang siap diekspor di IPC Car Terminal, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan ekspor mobil dari Indonesi

Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) sampai kuartal III mengalami penurunan kinerja pendapatan dan laba. Pendapatan operasi perusahaan tercatat sebesar Rp 359,52 miliar turun 6,33% dari kuartal III tahun lalu Rp 383,8 miliar.

Sedangkan dari sisi laba tahun berjalan juga mengalami tekanan lebih dalam, turun 24,06% dari Rp 146,64 miliar menjadi Rp 111,36 miliar.  Catatan Kontan.co.id, perusahaan yang awalnya memasang target pertumbuhan 20%-25% tahun ini juga melakukan revisi ulang terhadap target tersebut.

Sugeng Mulyadi, Direktur Keuangan dan SDM IPCC menjelaskan pada laporan keuangan kuartal III dari sisi aset lancar memang perusahaan mengalami penurunan 24,53% kas dan setara kas dari Rp 556,53 miliar menjadi Rp 420,01 miliar akibat pengeluaran kas untuk pembelian aset tahap II milik PT Pelabuhan Indonesia II (persero).

Baca Juga: Utang emiten BUMN mencapai Rp 3.239,27 triliun, begini pendapat analis

Pendapatan masih akan diterima mengalami penurunan mencapai 63,01% karena hampir semua kegiatan sampai dengan September 2019 sudah dilakukan penotaan di bulan yang sama. Sedangkan piutang usaha pihak ketiga mengalai kenaikan 22,04% karena adanya kenaikan piutang dari PT Bandar Krida Jasindo, PT Astra Daihatsu Motor dan PT Easterindo Camitra Lintas.

"Piutang lainnya pihak ketiga naik sebesar 178,22% karena adanya kenaikan piutang dari unit MKO MKTI. Piutang lainnya pihak berelasi turun sebesar 77,18% karena adanya net off utang piutang afiliasi dan pelunasannya dengan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)," ujarnya dalam keterbukaan informasi, Senin (28/10)

Sementara itu dari sisi aset tidak lancar beban ditangguhkan mengalami kenaikan sebesar 70,35% karena adanya biaya pekerjaan perhitungan harga pokok perolehan (HPP) dan evaluasi tarif IPCC. Namun aset tetap mengalami kenaikan 38,5% karena pembelian aset milik PT Pelindo II (persero).

Baca Juga: Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) revisi target pendapatan




TERBARU

Close [X]
×