kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Pendapatan dan laba susut, kinerja IPCM sampai kuartal III-2019 masih tertekan


Minggu, 03 November 2019 / 16:26 WIB
Pendapatan dan laba susut, kinerja IPCM sampai kuartal III-2019 masih tertekan
ILUSTRASI. Kapal Tunda Batavia III-216 milik PT Jasa Armada Indonesia (JAI) memandu kapal penumpang KM Nggapulu dari Makassar menuju terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (11/10/2017). PT JAI mengoperasikan kapal Pandu dan Tunda untuk mendu


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Handoyo

Perusahaan akan melakukan transformasi bisnis dengan penguatan pasar dan memperluas cakupan pasar. Salah satunya telah menghasilkan penambahan jasa layanan di Telok Melano dan Kendawangan. Proyek tersebut akan menambah pendapatan sebesar Rp 25 miliar per tahunnya.

Selain itu, IPCM juga akan melakukan transformasi keuangan dengan fokus pada peningkatan profitabilitas, cost effectiveness, mengejar target pertumbuhan laba bersih 30% secara year on year (YoY).

Perusahaan ini juga meningkatkan kerjasama dengan industri keuangan untuk kebutuhan operasional, pengelolaan dana untuk peningkatan pendapatan dan marive value chain financing guna mengurangi average collection period.

Baca Juga: Investasi logistik dan akuisisi menekan laba Adi Sarana (ASSA) hingga 17%

Untuk strategi berikutnya, transformasi organisasi dengan optimalisasi kuantitas dan kualitas SDM yang ada. Meningkatkan team work, implementasi good corporate governance, transformasi budaya perusahaan hingga implementasi risk culture.

"Keunggulan layanan perusahaan tidak hanya memberikan efek domino yang signifikan pada pelayaran internasional yang singgah ke Indonesia, namun juga menjadi pintu pertama dunia internasional melihat wajah Indonesia," lanjutnya.

Perlu diketahui, kontribusi pendapatan IPCM yang berasal dari pelabuhan-pelabuhan milik induk usahanya Pelindo II memang sangat dominan. Oleh karena itu, perusahaan ini melakukan ekspansi untuk memperluas wilayah operasi miliknya.

Baca Juga: IPCM berpotensi memperoleh pendapatan Rp 25 miliar per tahun

Tahun lalu saja, pendapatan IPCM yang berasal dari Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 55% dari total pendapatan perusahaan. Sisanya, sebanyak 14% berasal dari Pelabuhan Palembang, 14% dari Banten, 8% berasal dari Pelabuhan Panjang dan pelabuhan lainnya 14%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×