kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Penerbangan dari dan ke China dihentikan, ini strategi Garuda Indonesia (GIAA)


Rabu, 05 Februari 2020 / 20:02 WIB
Penerbangan dari dan ke China dihentikan, ini strategi Garuda Indonesia (GIAA)
ILUSTRASI. Maskapai Garuda Indonesia bersiap mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (23/1/2020).Garuda Indonesia akan mengkaji kemungkinan pengalihan rute dari dan menuju China.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mulai menutup penerbangan dari dan ke China pada pagi ini, Rabu (5/2). Garuda akan mengkaji kemungkinan pengalihan rute dari dan menuju China ke destinasi-destinasi potensial di dalam maupun luar negeri.

Sejumlah pesawat yang semula melayani rute penerbangan ke China atau sebaliknya dialihkan ke rute-rute baru.

Baca Juga: Ini sentimen yang bakal menggerakkan rupiah esok hari

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya akan akan mengkaji kemungkinan pengalihan rute dari dan menuju China ke destinasi-destinasi potensial di dalam maupun luar negeri dengan menambah jumlah trayek penerbangan dan juga dengan pengalihan ke rute-rute baru.

"Kami akan mencoba untuk menambah trayek entah yang ke Surabaya misalnya atau Australia, dan lain-lain. Tapi tentu saja dengan izin perhubungan. Yang kedua tentu saja pengalihan ke rute-rute baru ini kami sedang investigasi. Ada yang usulkan India, Turki, dan lain-lain. Kami sedang lihat karena analisanya panjang. Kami tidak ingin membuka tapi dua tiga hari di tutup kembali. Kami sedang berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Pariwisata untuk mencari ceruk pasar yang potensial. Karena sebetulnya menurut kami semuanya potensial," ujar Irfan kepada kontan.co.id pada Rabu (05/2).

Baca Juga: Bandara Soekarno-Hatta hentikan penerbangan dari dan ke China

Kebijakan ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kerugian akibat penutupan penerbangan ke Negeri Tirai Bambu pasca-mewabahnya virus 2019-nCoV atau virus corona.




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×