kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penerbangan Garuda tertunda hingga lima jam


Senin, 24 Juni 2013 / 07:18 WIB
ILUSTRASI. Kupon Januari dengan diskon 50% yang berlaku terakhir pada 15-16 Januari 2022 ini! (dok/Burger King)


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

MAKASSAR. Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengecewakan puluhan penumpangnya, Senin (24/6) pagi. Pesawat bernomor penerbangan 611 dari Bandara Hasanuddin, Makassar, tujuan Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta tertunda cukup lama, sekitar lima jam.

Para penumpang yang rata-rata sudah bersiap-siap sejak pukul 03.00 Wita, dijadwalkan masuk pesawat (boarding) pukul 05.40 Wita. Namun, diumumkan, bahwa pesawat mengalami penundaan dan dijadwalkan ulang lepas landas pukul 10.30 Wita.

Sejumlah penumpang bingung bagaimana bisa Garuda, yang biasanya on-time, bisa terlambat begitu lama. "Saya sudah siap sejak pukul 03.00 Wita dini hari tadi," kata seorang penumpang. "Kalau terbang pukul 10.30 Wita, artinya perjalanan butuh waktu 7,5 jam," keluh salah satu penumpang yang menolak disebutkan namanya kepada Tribunnews.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari Garuda Indonesia. Petugas di executive lounge Garuda mendapat informasi, bahwa pesawat mengalami masalah teknis. "Teknisinya diterbangkan dari Jakarta ke Makassar pukul 06.04 (WIB)," kata petugas itu.

Peristiwa serupa, pada pekan lalu terjadi di penerbangan Jakarta-Denpasar, ketika penerbangan Garuda yang dijadwalkan berangkat pada Jumat malam tertunda sampai Sabtu pagi. (Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×