kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Penetrasi broadband di Indonesia bakal meningkat jadi 3% di 2015


Kamis, 14 April 2011 / 12:45 WIB
ILUSTRASI. Pegawai melayani peserta BPJS Kesehatan di Cikokol, Kota Tangerang, Banten, Rabu (1/7/2020). BPJS Kesehatan resmi menaikkan kembali iuran bagi peserta mandiri layanan kelas I dari Rp 80 ribu menjadi Rp 150 ribu dan kelas II dari Rp 55 ribu menjadi Rp 110


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Sepanjang 2010 penetrasi broadband di Indonesia baru mencakup 1% dari total penduduk yang berjumlah sekitar 243 juta jiwa dengan tingkat penggunaan ponsel mencapai 47%.

Menurut Rudy Mazza, Alcatel Lucent Asia Pacific Regional Headquarters dalam pembahasan pengembangan infrastruktur terpadu, hari ini (14/4), penetrasi broadband di Indonesia akan mengalami peningkatan ke level 3% dengan perkiraan jumlah populasi mencapai 256 juta jiwa di 2015.

Untuk itulah Indonesia harus segera mengembangkan penyediaan broadband secara massal untuk mendongkrak pertumbuhan ekonominya. Penyediaan broadband secara massal, juga akan memberikan efisiensi di sektor energi dan biaya bisnis.

“Pemerintah perlu menjadikan pengembangan broadband sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Broadband juga dapat mendukung pengembangan 6 koridor ekonomi Indonesia," katanya. (Budi Prasetyo/Tribunnews)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×