kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.753   44,00   0,25%
  • IDX 6.525   7,36   0,11%
  • KOMPAS100 852   3,39   0,40%
  • LQ45 644   2,00   0,31%
  • ISSI 229   -0,13   -0,06%
  • IDX30 360   1,47   0,41%
  • IDXHIDIV20 443   4,53   1,03%
  • IDX80 97   0,33   0,34%
  • IDXV30 124   2,23   1,83%
  • IDXQ30 115   0,70   0,62%

Pengembang EBT Dorong Percepatan Realisasi Proyek Energi Bersih, Begini Stateginya


Senin, 31 Agustus 2026 / 16:22 WIB
Pengembang EBT Dorong Percepatan Realisasi Proyek Energi Bersih, Begini Stateginya
ILUSTRASI. Aktivitas pemasangan kabel pada tiang SutetPembangkit Energi Bersih (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia memasuki fase yang menuntut percepatan realisasi proyek. Hal ini menjadi fokus The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 yang mendorong eksekusi proyek strategis sekaligus membuka akses investasi hijau.

Forum yang digelar Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) dan Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) tersebut akan berlangsung pada 2–4 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Mengusung tema "Indonesia Renewable Energy Acceleration: Executing Strategic Projects, Unlocking Investment, Building Resilience", IndoEBTKE ConEx 2026 diarahkan untuk mempertemukan pengembang proyek, investor, penyedia teknologi, regulator, hingga mitra pembangunan guna mempercepat realisasi proyek energi bersih.

Ketua Umum METI Norman Ginting mengatakan banyak proyek energi terbarukan yang dikembangkan anggota METI mulai memasuki tahap konstruksi hingga operasi.

Baca Juga: Perkuat Kerja Sama Indonesia-Jerman Bidang EBT, Pemerintah Gelar ISEW 2026

Karena itu, forum tahun ini diharapkan dapat menjadi ruang temu antara pengembang proyek, penyedia teknologi, dan pembuat kebijakan untuk mempercepat realisasi proyek di lapangan.

"Banyak proyek energi terbarukan anggota METI kini bergerak menuju konstruksi dan operasi. IndoEBTKE ConEx 2026 kami jadikan ruang temu antara pengembang, penyedia teknologi, dan pengambil kebijakan untuk mempercepat realisasi proyek tersebut," ujarnya dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).

Selain pengembangan pembangkit EBT, konservasi dan efisiensi energi juga menjadi bagian penting dalam forum tersebut. Ketua Umum MASKEEI Andhika Prastawa mengatakan efisiensi energi menjadi salah satu pilar untuk memperkuat ketahanan sistem energi nasional sekaligus mendukung transisi energi.

"Kami mendorong penguatan implementasi konservasi dan efisiensi energi melalui berbagai inisiatif inovatif, termasuk pengembangan skema Energy Efficiency as a Service, untuk meningkatkan kesadaran, memperluas adopsi teknologi hemat energi, serta mengoptimalkan pemanfaatan energi di sektor industri maupun komersial," kata Andhika.

Dari sisi pembiayaan, penyelenggara juga mendorong peningkatan arus investasi hijau ke sektor EBTKE. Sekretaris Jenderal METI sekaligus Ketua Panitia Pelaksana IndoEBTKE ConEx 2026, Dr. Elvi Nasution, mengatakan forum tersebut akan mempertemukan pengembang proyek dengan lembaga keuangan nasional maupun internasional.

Baca Juga: Strategi Futura Energi Global (FUTR): Incar 5 Lini Bisnis EBT

"Melalui The 12th IndoEBTKE ConEx 2026, kami mempertemukan pengembang proyek dengan lembaga keuangan nasional dan internasional, agar aliran investasi hijau ke Indonesia semakin deras dan tepat sasaran," jelas Elvi.

Untuk mendukung tujuan tersebut, IndoEBTKE ConEx 2026 tidak hanya mengandalkan agenda konferensi. Tahun ini terdapat enam sesi plenary dan 12 breakout sessions yang membahas berbagai isu energi bersih.

Pameran juga menghadirkan teknologi di sektor energi surya, angin, bioenergi, panas bumi, penyimpanan energi atau baterai, hingga solusi efisiensi energi dari perusahaan dalam dan luar negeri.

Selain itu, penyelenggara menyiapkan networking hub yang mempertemukan pengembang proyek secara langsung dengan calon investor dan mitra pembiayaan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong forum energi tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi berlanjut ke tahap pengembangan proyek dan pembiayaan.

Sejumlah perusahaan dan institusi turut mendukung penyelenggaraan IndoEBTKE ConEx 2026, di antaranya Pertamina, BPDB, GIZ, GGGI, PLN, Supreme Energy, Sembcorp, Star Energy Geothermal, HK, Summit Niaga, Geo Dipa, PCG Global, dan WIKA.

Secara keseluruhan, terdapat 22 perusahaan yang akan mengisi booth pameran dalam penyelenggaraan tahun ini.

Dukungan tersebut menunjukkan keterlibatan pelaku usaha dan institusi dalam mendorong pengembangan ekosistem energi bersih di Indonesia.

IndoEBTKE ConEx 2026 diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan proyek dengan teknologi dan sumber pembiayaan, sehingga pengembangan EBTKE dapat bergerak lebih cepat dari tahap perencanaan menuju implementasi.

Baca Juga: Investasi EBT Butuh US$ 500 Miliar, Ekonom Ingatkan Masalah Kelayakan Proyek

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×