kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 16.967   -33,00   -0,19%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Penggunaan karet sebagai bahan bakar nabati bisa tingkatkan penyerapan dalam negeri


Senin, 20 Januari 2020 / 17:39 WIB
ILUSTRASI. Petani menoreh pohon karet di kawasan perkebunan kebun karet Jawi jawi, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Rabu (5/7).


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

Namun, pemanfaatan karet sebagai bahan bakar nabati ini tak serta merta bisa dilakukan. Aziz mengatakan, langkah ini perlu didukung oleh pemerintah dengan mengambil tindakan lebih lanjut seperti dengan melakukan penelitian.

Menurutnya, penelitian tersebut pun tergantung fasilitas yang diberikan. “Kalau bagus, mereka bisa cepat,” tambah Aziz.

Tak hanya pemanfaatan karet untuk bahan bakar, Aziz pun mengatakan pihaknya akan meminta pemerintah untuk menggunakan karet Indonesia sebagai bahan untuk pembangunan ibu kota baru. Beberapa contoh yang bisa menggunakan karet seperti blok anti gempa hingga campuran untuk aspal.

Baca Juga: Industri karet masih dibayangi wabah pestalotiopsis di sepanjang tahun 2020 

“Kami akan minta Bappenas agar pembangunan ibu kota baru itu menggunakan karet alam Indonesia. Kalau tidak begitu, tidak akan meningkat penggunaan karet kita,” ujar Aziz.

Aziz pun memprediksi tahun ini produksi karet di Indonesia bisa mencapai 3,6 juta hingga 3,8 juta ton. Angka tersebut menurutnya sama dengan produksi tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×