kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pengiriman paket via udara jadi komponen terbesar industri jasa pengiriman


Selasa, 05 Februari 2019 / 14:48 WIB


Reporter: Lita Febriani | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tarif kargo via jalur udara yang ditetapkan maskapai saat ini dinilai terlalu tinggi. Hal ini memicu Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) sepakat akan menghentikan pengiriman kargo via jalur udara untuk sementara waktu.

Berkaca dari masalah tersebut PT Citra Titipan Kilat (TIKI) mengungkapkan komponen tarif Surat Muatan Udara merupakan komponen terbesar bagi industri jasa pengiriman.

"Komponen biaya tarif Surat Muatan Udara (SMU) merupakan komponen terbesar bagi industri jasa pengiriman, besaran persentasenya cukup signifikan dari tarif jasa pengiriman," kata Rocky Nagoya, Sales & Marketing Director TIKI kepada Kontan, Selasa (5/2).

Saat ini, besaran kenaikan tarif SMU berbeda-beda. Tergantung wilayah tujuan pengiriman.

Mengenai detail besaran biaya tarif SMU saat ini J&T Express sebagai salah satu pelaku industri jasa pengiriman belum bisa memberitahukannya.

"Kami belum dapat memberikan detailnya karena untuk penyesuaian tarif tiap area berbeda," terang Public Relations J&T Express Elena kepada Kontan.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×