kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pengusaha cemas soal bea masuk ke AS naik


Senin, 11 September 2017 / 17:28 WIB
Pengusaha cemas soal bea masuk ke AS naik


Reporter: Abdul Basith | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - Rencana kenaikan tarif bea masuk untuk biodiesel dari Indonesia ke Amerika Serikat (AS) dipandang negatif oleh pengusaha.

"Kalau harganya jadi mahal pengusaha tidak jual ke sana," ujar Paulus Tjakrawan, Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (APROBI) kepada KONTAN (11/9).

Paulus menjelaskan, bahwa dalam waktu dekat pemerintah akan bertemu dengan pihak AS. Pertemuan tersebut dilakukan sebagai salah satu perundingan dan investigasi mengenai kabar miring yang selama ini berhembus mengenai biodiesel asal Indonesia.

Biodiesel asal Indonesia menggunakan bahan baku Crude Palm Oil (CPO) yang berasal dari sawit.

Paulus berharap hasil pertemuan antara Kementerian Perdagangan (Kemdag) dan Amerika dapat menurunkan bea masuk tersebut. "Kita harapkan semuanya lancar sehingga ekspor biodiesel ke Amerika dapat berjalan," terang Paulus.

Bila bea masuk tersebut tetap diberlakukan Paulus belum menakar berapa kenaikan harga yang terjadi sebagai dampak hal tersebut. Saat ini harga CPO dinilai masih dalam batas normal.

Paulus mengaku potensi pasar Amerika untuk biodiesel saat ini terus berkembang. Meski bukan pasar utama, Paulus bilang pasar Amerika meningkat 300% sejak 3 tahun terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×