kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Pengusaha properti ingin rupiah bertahan Rp 14.000


Senin, 24 Agustus 2015 / 15:48 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Mata uang rupiah yang terus melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) membuat jantung para pebisnis deg-degan. Setyono Djuandi Darmono Pendiri dan Presiden Komisaris PT Kawasan Industri Jababeka Tbk, mengharapkan, pemerintah bergerak cepat dalam menangani nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar AS yang mencapai level Rp 13.928 per dollar.

"Kurs yang normal 14.000 itu sudah aman. Jangan diteruskan melemah lagi, kalau bisa diperkuat," katanya, Senin (24/8).

Perusahaan berkode saham KIJA ini sudah mengantisipasi pelemahan kurs ini melalui lindung nilai (hedging). Misalnya, perusahaan melakukan hedging dana senilai US$ 100 juta-US$ 150 juta di level rupiah Rp 14.800 per dollar.

"Kalau rupiah bisa tembus Rp 14.800 per dollar itu akan bahaya," tambahnya.

Cara lain perusahaan menangkal pelemahan kurs ini dengan penggunaan konten lokal dalam membangun properti. Misalnya, pemilihan komponen batu, semen dan furnitur dari dalam negeri karena perusahaan tidak menanggung biaya (cost) dari barang hasil import.

Lanjutnya, jika pemerintah terus membiarkan pelemahan rupiah ini, maka akan berakibat buruk terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Adapun, perusahaan telah mengalami perlambatan kinerja di pertengahan tahun 2015 ini. Seperti penjualan dan pendapatan usaha hanya tumbuh 2,28% menjadi Rp 1,47 triliun per semester I/2015, dibandingkan posisi Rp 1,44 triliun per semester I/2014. Sedangkan, beban pokok penjualan dan pendapatan jasa naik 16,57% menjadi Rp 858,89 miliar per semester I/2015, dibandingkan posisi Rp 736,95 miliar per semester I/2014.

Beban yang naik lebih tinggi dibandingkan penjualan dan pendapatan membuat laba komprehensif turun 38,36% menjadi Rp 257,03 miliar per Semester I/2015, dibandingkan Rp 417,16 miliar per semester I/2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×