kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Pengusaha Ritel Waspadai Dampak Demo: Pemerintah Harus Serius Menanggapi


Jumat, 29 Agustus 2025 / 15:15 WIB
Pengusaha Ritel Waspadai Dampak Demo: Pemerintah Harus Serius Menanggapi
ILUSTRASI. Pengunjung memilih pakaian di pusat perbelanjaan, Jakarta, Minggu (20/4/2025). Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) mengaku sejumlah tenant memilih tutup sementara. Itu menjadi langkah antisipasi pengusaha dalam situasi tak kondusif akibat demonstrasi beberapa hari terakhir. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) mengaku sejumlah tenant memilih tutup sementara. Itu menjadi langkah antisipasi pengusaha dalam situasi tak kondusif akibat demonstrasi beberapa hari terakhir.

Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah menuntut pemerintah untuk menanggapi dengan serius situasi ini. Pasalnya, ia menilai situasi yang tak kondusif pada gilirannya menghambat perdagangan dalam negeri, dari skala kecil hingga besar. 

“Demo membuat investasi asing yang mau masuk takut, yang mau buka toko menahan dulu, yang punya toko tutup dulu. Pemerintah harus memandang serius, mendengarkan, menyelesaikan masalah yang ada secepatnya,” ungkap Budi kepada Kontan, Jumat (29/8/2025). 

Baca Juga: Ini Sektor yang Diuntungkan dari Kemunculan Rojali dan Rohana di Pusat Perbelanjaan

Ia membeberkan, mayoritas tenant di mall-mall dekat titik demo sudah tutup sementara, seperti di Mall Atrium Jakarta Pusat yang terletak dekat Markas Brimob Kwitang. 

Budi bilang secara teoretis mall-mall yang jauh dari lokasi demo memang berpotensi diserbu pekerja-pekerja WFA. Namun, jika situasi tak segera dikendalikan, masyarakat tetap takut keluar rumah. Dus, mall dan ritel secara keseluruhan bakal sepi pengunjung. 

Pada gilirannya, berbagai risiko datang dari macetnya ritel.

“Kalau ritel tidak jualan, pabrik yang supply ke kami juga tidak bisa jualan, supir-supir tidak mengirim barang, taksi juga terganggu, ekonomi terganggu semua. Kondisi ini tidak bisa lama-lama,” kata Budi.

Baca Juga: Kinerja Pusat Perbelanjaan Stabil, Okupansi Capai 85% pada Semester I-2025

Kini pelaku usaha hanya bisa mengimbau pekerja di seluruh lini untuk berhati-hati. Namun, Budi memastikan pengusaha juga tetap menyiapkan barang dan menjaga kestabilan harga untuk melayani kebutuhan masyarakat. 

Budi menyebut para pengusaha belum merevisi target. Meski tak bisa ditampik situasi tak kondusif negara bisa memberi efek domino yang lebih besar, pengusaha masih berharap kondisi saat ini tak bertahan lama. 

“Kami harapkan segera selesai agar tak perlu revisi, restoran semua buka, pengantaran kembali berjalan agar kita tetap bisa menghidupi semua pihak terkait, termasuk supir. Semua harus memutar ekonomi,” tandasnya. 

Selanjutnya: Live Streaming Jonatan Christie di Perempat Final BWF World Championships 2025

Menarik Dibaca: QRIS Livin by Mandiri Dapat Digunakan di Jepang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×