kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS702.000 -0,57%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Pengusaha TPT tidak tertarik adanya super deductible tax


Rabu, 10 Juli 2019 / 19:28 WIB

Pengusaha TPT tidak tertarik adanya super deductible tax
ILUSTRASI.

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pemerintah tengah menebar insentif pajak bagi badan usaha yang menyelenggarakan vokasi, penelitian, dan pengembangan tertentu di dalam negeri.

Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) menilai untuk saat ini industri Teksil dan Produk Tekstil (TPT) lebih memerlukan adanya jaminan produk-produknya terserap oleh pasar dari pada kebijakan super deductible tax.


"Yang penting bagi kami bisa jualan, dari pada kami diberi insentif tetapi tidak bisa berjualan," kata Sekertaris Jendral APSyFI Redma Gita Wirawasta dalam Evaluasi Kinerja Industri Serat dan Benang Filamen Semester I 2019, di Hotel Grand Sahid Jaya, Rabu (10/7).

Kondisi industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) memang tengah mangalami masa yang berat. Berdasar pemarapan APSyFI rata-rata pertumbuhan impor dari tahun 2007-2018 lebih tinggi dibandingkan ekspornya, yakni  mencapai 12,3%. Sementara pertumbuhan ekpornya hanya di level 3,1%. Redma bilang, di semester satu 2019 ini diperkirakan ekpor naik hingga 7%.

"Pemerintah bisa melakukan jalan yang lebih tepat, salah satunya dengan mengontrol import," kata Cecep Setiono, Divisi Manager, Marketing & Procurement PT Mitsubishi Pethrocemical dalam kesempatan yang sama.

Lebih lanjut ia menjelaskan, PT Mitsubishi Pethrocemical akan berberinovasi  kalau ada permintaan atau permintaan meningkat. " Kalau permintaan stagnan kami juga bingung," kata Cecep lagi.

Ia berharap paket kebijakan itu nantinya bisa berdampak terhadap pasar sehingga bisa menyerap TPT. Sejauh ini, PT Mitsubishi Pethrocemical masih mempelajari terkait kebijakan itu.

Eksekutif Member APSyFI Prama Yudha Amdan menambahkan, bagi industri TPT  saat ini yang terpeting adalah bagaimana mengembalikan permintaan pasar. " Kalau pasarnya diamankan tanpa super deductible tax itu pun investasi akan tetap jalan," katanya.


Reporter: Kenia Intan
Editor: Azis Husaini
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0445 || diagnostic_web = 0.3052

Close [X]
×