kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Peningkatan ekosistem jadi kunci industri gim di Indonesia


Jumat, 13 September 2019 / 20:37 WIB
Peningkatan ekosistem jadi kunci industri gim di Indonesia
ILUSTRASI. Hadir di IDByte Esports 2019, GoPay Kembali Tunjukkan Dukungannya untuk Esports Tanah Air


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - TANGERANG. Shinta Dhanuwardoyo, Founder Bubu.com sekaligus Chairwoman IDBYTE eSports 2019 menyebutkan industri gim butuh ekosistem yang kuat. Tidak hanya sekadar berkembangnya kompetisi gim semata.  

Menurutnya, sebagai sebuah industri maka perlu diperhatikan secara ekosistemnya yang meliputi developer, publishing, payment, distribusi voucher, dan marketing & media. "Termasuk investornya," ujarnya usai membuka IDBYTE Esports 2019, di Tangerang, Jumat (13/9).

Baca Juga: Bubu.com gelar kompetisi eSport PUBG Mobile

Shinta memaparkan dalam industri esports di Indonesia belum banyak perusahaan non-endemik yang sudah mulai berinvestasi di dalamnya.

Disebutnya 2018 lalu sekitar 15 brand asal Indonesia yang berpartisipasi, beberapa di antaranya Telkomsel, Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, BCA, dan lainnya.

Sedangkan secara global disebutnya ratusan brand internasional sudah secara aktif menggarap pasar eSports dunia. Beberapa pemainnya seperti Coca-Cola, AirAsia, Mercedes-Benz, hingga Head & Shoulders.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×