kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Penjualan avtur di Surabaya dan Bali naik 22% selama arus mudik dan balik Lebaran


Senin, 10 Juni 2019 / 06:35 WIB


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V melalui unit operasi Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Juanda Surabaya dan Ngurah Rai Bali mencatat kenaikan penjualan avtur pada masa Lebaran. Data hingga H+4 Lebaran mencatat kenaikan masing-masing sebesar 22% dan 4% dari rata-rata normal harian.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus Rustam Aji menyampaikan, di Bandara Juanda Surabaya, normalnya penyaluran avtur sebesar 970 kiloliter per hari dengan jumlah penerbangan yang dilayani sebanyak 158 penerbangan. Sampai dengan H+4 Lebaran ini, rata-rata penyaluran avtur sebesar 1.030 kiloliter per hari, dengan jumlah penerbangan yang dilayani sebanyak 170 penerbangan, atau naik sebesar 6% untuk volume penyaluran avtur dan 10% frekuensi penerbangan yang dilayani selama Lebaran.

"Puncaknya, di Surabaya terjadi kenaikan penjualan avtur paling signifikan sebesar 22% pada H-6 Lebaran, atau pada tanggal 30 Mei 2019. Pada hari itu penyaluran avtur mencapai 1.180 kiloliter dengan jumlah frekuensi penerbangan yang dilayani sebanyak 203 penerbangan," ujar Rustam dalam keterangan tertulis, Minggu (9/6).

Semetara di Bandara Ngurah Rai Bali, sambung Rustam, normalnya penyaluran avtur berkisar 2.450 kiloliter per hari. Sampai dengan H+4 Lebaran, rata-rata penyaluran avtur berkisar 2.550 kiloliter per hari atau naik sebesar 4%.

Sedangkan dengan jumlah penerbangan yang dilayani sebanyak 206 penerbangan, atau naik 13% dari biasanya 183 penerbangan. "Tim Satgas Ramadan dan Idul Fitri yang terus beroperasi sampai H+15 Lebaran selalu memonitor kondisi di lapangan, dapat dipastikan stok mencukupi untum melayani arus balik Lebaran," tutup Rustam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×