kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.873   27,00   0,16%
  • IDX 8.948   11,21   0,13%
  • KOMPAS100 1.234   4,44   0,36%
  • LQ45 870   1,83   0,21%
  • ISSI 326   1,76   0,54%
  • IDX30 442   2,45   0,56%
  • IDXHIDIV20 521   3,93   0,76%
  • IDX80 137   0,53   0,39%
  • IDXV30 145   1,20   0,83%
  • IDXQ30 142   1,03   0,74%

Penjualan kendaraan komersial anjlok 20,84%


Jumat, 04 September 2015 / 16:42 WIB
Penjualan kendaraan komersial anjlok 20,84%


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Penurunan penjualan otomotif tak hanya menerpa segmen mobil penumpang, tetapi juga kendaraan komersial. Pada periode Januari-Juli 2015, penjualan kendaraan komersial bahkan mengalami penurunan hingga 20,84% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) per Juli 2015, penjualan kendaraan komersial Januari-Juli 2015 hanya 569.217 unit, turun dibandingkan Januari-Juli 2014 yang mencapai 719.008 unit.

Penurunan ini terjadi merata di semua kategori kendaraan komersial. Mulai dari Pick-Up, Minibus, Microbus, Light Truck, Light Bus, serta Truck, Heavy Truck hingga Bus.

Soehari Sargo, pengamat otomotif, mengatakan bahwa penurunan penjualan ini merupakan hal yang wajar. "Saat ini memang ekonomi sedang lesu. Berbagai pembangunan proyek juga banyak mengalami penundaan. Wajar jika permintaan kendaraan komersial terutama truck mengalami penurunan," kata Soehari, Jumat (4/9).

Mengenai turunnya penjualan bus, Soehari menduga disebabkan oleh semakin menurunnya bisnis jasa transportasi bus. Selain karena masalah makin parahnya kemacetan, sebagian penumpang bus kini beralih ke kereta api ataupun pesawat yang semakin terjangkau harga tiketnya. "Ada sebagian yang memang berpindah," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×