kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Penjualan makanan olahan diperkirakan naik 6%


Selasa, 15 Juli 2014 / 11:43 WIB
Penjualan makanan olahan diperkirakan naik 6%
ILUSTRASI. Mobile Legends X Jujutsu Kaisen: Daftar Hero yang Mendapatkan Skin Kolaborasi


Reporter: Francisca Bertha Vistika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Penjualan industri pengolahan makanan di pasar domestik diperkirakan tumbuh 6% tahun ini. Di tengah upaya mencetak pertumbuhan, industri ini masih akan bersaing dengan serbuan makanan impor. 

Lena Prawira, Vice President on Program and Cooperation, Komite Program Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mengatakan, industri pengolahan makanan adalah salah satu cabang terkemuka di industri manufaktur. Pasalnya, industri ini mampu menyumbang pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dan penggerak secara keseluruhan.

"Kami memperkirakan, penjualan domestik tumbuh 6% menjadi Rp 790 triliun pada tahun ini, dibandingkan dengan proyeksi 2013 sebesar Rp 745 triliun," kata Lena pada siaran pers, Selasa (15/7).

Namun, produk makanan olahan impor terus menerus mengalir. Ini menjadi salah satu tantangan Indonesia. Lena bilang salah satu caranya dengan menemukan kualitas, bahan-bahan berkelanjutan dan efektif untuk menghasilkan kualilitas, selera dan produk yang terjangkau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×