CLOSE [X]
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Penjualan motor matic melaju tanpa rem


Kamis, 01 November 2018 / 19:54 WIB

 Penjualan motor matic melaju tanpa rem
ILUSTRASI. Skutik Yamaha Mio


KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pasar motor matic terbukti masih punya porsi andil terbesar bagi bisnis sepeda motor tanah air. Terbukti saat ini dua merk yang menguasai pasar yakni Honda dan Yamaha mengandalkan penjualan lewat segmen tersebut.

Misalnya kemarin PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memperkenalkan Yamaha FreeGo. Skutik terbaru ini dianggap menjadi kasta paling tinggi untuk skuter matik bermesin 125 cc milik produsen berlogo garpu tala ini.


Wakil Presiden Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Dyonisius Betty menjelaskan saat ini pasar matic menjadi pasar paling potensial di Indonesia. Hal ini karena pasar lain seperti sport dan bebek jadi bergeser ke pasar matic.

Selain itu model ini mengisi pasar diluar Yamaha MAXI series. Di kategori Premium automatic kategori, Yamaha mempelopori kategori skutik MAXI di Indonesia lewat merek T Max, Nmax, Xmax, Aerox 155 cc dan yang terbaru tahun ini adalah Lexi.

Adapun target penjualan FreeGo mencapai 10 ribu unit per bulan. Rencananya pengiriman FreeGo ke seluruh Indonesia akan dimulai pada November.

"Saat ini di skutik biasa hanya ada model Mio saja, kami ingin isi tipe tertinggi kategori Blue Core atau matik biasa kami lewat Free Go," kata Betty, Rabu (31/10). Adapun posisi model skutik ini masuk di kisaran harga Rp 18,5 juta - Rp 22 juta atau lebih tinggi dibanding seri Yamaha Soul GT.

Dyon memprediksi penjualannya Yamaha tahun ini bisa naik 10%. Yang didorong oleh model-model skutiknya. Tahun lalu penjualan Yamaha telah mencapai 1,3 juta unit.

General Manager Sales Division PT Astra Honda Motor (AHM) Ignatius Didi Kwok mengatakan pada prinsipnya Honda selalu berusaha memenuhi keinginan konsumen dengan model model yang dimiliki. Untuk saat ini menurutnya memang model skutik yang masih menjadi andalan penjualan bagi AHM. "Dan untuk model yang digemari konsumen kami adalah Beat, Vario, Scoopy, PCX untuk di Segment Skutik," kata Didi Kwok kepada KONTAN, Kamis (1/11).

Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya mengatakan tahun ini Honda memprediksi penjualan sampai akhir tahun bisa mencapai 4,7 juta sampai 4,8 juta unit. Dengan komposisi motor skutik 84% dari total penjualan. Sedangkan motor sport menyumbang 8%-9% dan bebek (cub) 7%-8% dari total penjualan.

Menurut Thomas pasar matic masih penting bagi AHM. Oleh karena itu pada pameran IMOS 2018 kemarin Honda memamerkan New Generation Scooter Concept 'Project G. "Kita perlu kembangkan motor matic generasi berikutnya. Dan kita terus pelajari animo masyarakat lewat motor konsep ini," kata Thomas (1/11).

Johannes Loman, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menjelaskan tiap negara punya kategori konsumen yang berbeda. Di India pasar yang berkembang yakni pasar sepeda motor sport sedangkan di Cina sepeda motor bebek (cub). "Di Indonesia saat ini 82% penjualan motor berasal dari segmen matic," kata Johannes (31/10).

Apalagi skutik premium juga mulai banyak digemari oleh masyarakat. Hal ini karena sepeda motor tak hanya jadi alat transportasi saja. Melainkan juga untuk aktualisasi diri dan bagian dari gaya hidup. "Skutik premium juga meningkat karena orang merasa macho saat membawanya," jelasnya.


Reporter: Eldo Christoffel Rafael
Editor: Azis Husaini
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0015 || diagnostic_api_kanan = 0.0024 || diagnostic_web = 0.1545

Close [X]
×