kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Penjualan sepeda meningkat, pemilik toko sepeda kewalahan layani konsumen


Minggu, 28 Juni 2020 / 05:00 WIB


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Handoyo

Itulah mengapa, beberapa pembeli harus rela menunggu sepeda yang ingin dibelinya. Benar saja, saat Kontan.co.id menyambangi toko Abraham Jaya Bike, salah seorang pembeli, Rio tengah mencari sepeda lipat element. Tetapi stok sepeda habis dan belum dapat dipastikan ketersediaannya.
 
Terakhir, kata Abraham adalah pegawai. Jumlah pegawai di tokonya masih belum mencukupi. Melihat beberapa orang yang datang untuk memperbaiki sepeda, atau sekedar upgrade, saat ini toko hanya memiliki satu pegawai. “Sebelum pandemi ada tiga pegawai, sekarang yang bertahan hanya satu,” ungkapnya.

Baca Juga: Permintaan sepeda melonjak, ini komentar Kemenhub
 
Kendati demikian, Abraham yakin bahwa bisnis sepeda tidak akan pernah mati. Usaha yang dibangunnya tahun 2004 ini diyakini akan tetap bertahan. Dia bilang tren bersepeda sudah ada sejak dulu. Namun, tren sepeda yang digunakan akan berbeda dari jaman ke jaman. Seperti tahun 2009 sampai 2010, permintaan sepeda fixie meningkat tajam. Kala itu, Abraham bilang penjualan pun drastis, bahkan omzetnya menyerupai omset saat ini.
 
Berbeda dengan tahun ini, permintaan sepeda lipat malah lebih besar dari sepeda road bike, fixie, atau sepeda gunung (mountbike). Abraham bilang, mungkin di kala pandemi, orang ingin menggunakan sepeda yang simpel namun praktis. Nah, sepeda lipat bisa digunakan bukan hanya di rumah, tetapi dapat digunakan sebagai kendaraan ke kantor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×