kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,34   -28,38   -2.95%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Penjualan Suparma (SPMA) turun jadi Rp 2,15 triliun pada 2020


Minggu, 28 Maret 2021 / 10:05 WIB
Penjualan Suparma (SPMA) turun jadi Rp 2,15 triliun pada 2020
ILUSTRASI. Produk kertas tisu Plenty tissue dan See-U buatan PT Suparma Tbk SPMA


Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen pulp dan kertas PT Suparma Tbk (SPMA) membukukan penjualan bersih Rp 2,15 triliun pada tahun 2020, turun 14,34% (yoy) dibandingkan realisasi penjualan bersih SPMA di tahun sebelumnya sebesar Rp 2,51 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia, penjualan domestik SPMA di tahun 2020 tercatat sebesar Rp 1,89 triliun sedangkan penjualan ekspor perusahaan tersebut sebesar Rp 260,55 miliar.

Beban pokok penjualan SPMA ikut turun 17,84% (yoy) menjadi Rp 1,75 triliun pada akhir tahun 2020. Sedangkan pada tahun 2019, beban pokok penjualan SPMA tercatat sebesar Rp 2,13 triliun.

SPMA juga mencatat penurunan beban penjualan sebesar 14,54% (yoy) dari Rp 104,75 miliar di tahun 2019 menjadi Rp 89,51 miliar di tahun 2020.

Baca Juga: Tertekan rugi kurs, Suparma (SPMA) tekor Rp 24,55 miliar pada Q1 2020

Di akhir tahun 2020, SPMA menderita kerugian selisih kurs sebesar Rp 2,21 miliar. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi di tahun 2019 yang mana SPMA masih meraup laba selisih kurs sebesar Rp 31,02 miliar.

Terlepas dari itu, SPMA mencetak laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 162,52 miliar pada tahun 2020 atau meningkat 24,06% (yoy) dibandingkan laba bersih tahun berjalan SPMA di 2019 sebesar Rp 131 miliar.

Total aset yang dimiliki SPMA berjumlah Rp 2,31 triliun per akhir tahun 2020 atau turun 2,53% (yoy) dibandingkan total aset perusahaan di tahun sebelumnya sebesar Rp 2,37 triliun pada tahun 2019.

SPMA memiliki jumlah liabilitas sebanyak Rp 784,67 miliar hingga akhir tahun 2020, sementara total ekuitas perusahaan ini mencapai Rp 1,53 triliun.

Selanjutnya: Suparma (SPMA) bukukan kenaikan laba 152%, simak rekomendasi analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×