kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

penjualan UNVR naik terdorong volume produksi


Rabu, 27 Maret 2013 / 07:20 WIB
penjualan UNVR naik terdorong volume produksi
ILUSTRASI. Apakah WhatsApp lenyap dari HP Anda bulan November? Berikut cara cek versi Android


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Amailia Putri

JAKARTA. Bisnis barang konsumsi terus bertumbuh. Tak ayal, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan kenaikan kinerja di 2012. Penjualan emiten barang konsumsi ini naik 16,33% menjadi Rp 27,3 triliun year on year (yoy). Akibatnya, laba bersih naik 16,1% menjadi Rp 4,83 triliun yoy. Dus, laba bersih per saham dasar juga tumbuh menjadi Rp 634 dari sebelumnya Rp 546 per saham.

Sekretaris Perusahaan UNVR, Sancoyo Antarikso mengatakan, pendorong laba bersih adalah peningkatan volume penjualan dua divisi utama perusahaan, yakni home and personal care, serta food and beverages. Selain itu, UNVR juga aktif mengembangkan produk baru dan menambah kapasitas produksi. "Penjualan naik cukup bagus terdorong dari inovasi organik dan ekspansi produk," ujar dia kepada KONTAN, Selasa (26/3).

Unilever mendapat kontribusi besar dari penjualan ekspor. "Ekspor tahun 2011 itu sebesar Rp 1 triliun, dan naik menjadi Rp 1,2 triliun tahun 2012," papar Sancoyo. Tahun ini, UNVR akan mendorong ekspansi penjualannya di wilayah Asia Pasifik.

Meski harga pokok penjualan meningkat menjadi Rp 13,4 triliun dari Rp 11,4 triliun. Laba kotor UNVR naik 15,68% menjadi Rp 13,89 triliun. UNVR masih optimistis kinerja Unilever meningkat meski ada kenaikan beban royalti dari Unilever NV di Netherlands. Namun, Sancoyo bilang, kenaikan royalti itu tidak mempengaruhi penjualan. Dia berjanji akan memaksimalkan efisiensi. "Kami lakukan cost efisiensi mulai dari pembelian bahan, proses produksi dan distribusi. Kami akan cermati indikator nonvalue added yang bisa dihindari," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×