kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Penyebab hama wereng menyerang persawahan


Senin, 04 September 2017 / 17:06 WIB
Penyebab hama wereng menyerang persawahan


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Hama Wereng Batang Cokelat (WBC) tengah menyerang area tanam sawah seluas 63.705 hektare. Menurut Yanuardi, Plt. Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Ditjen Tanaman Pangan, mengatakan hal ini disebabkan oleh penanaman yang dilakukan terus menerus serta tidak adanya pengolahan sawah yang benar oleh petani.

"Tanam terus menerus dilakukan untuk mengejar Luas Tambah Tanam (LTT). Kita kan ingin produksi kita ada terus. Tetapi pengolahan tanahnya harus benar," tutur Yanuardi, Jakarta, Senin (4/8).

Yanuardi mengungkap, untuk pengolahan tanah sawah harus dilakukan dengan baik. Menurutnya, kebanyakan petani saat ini hanya melakukan pembersihan saja, tanpa melakukan pembalikan tanah. Padahal, seharusnya tanah harus diolah dengan sempurna, atau dibajak terlebih dahulu.

"Kalau tanah ini harusnya dibalik, setelah pengolahannya sempurna baru dirotary. Setelah dirotary, baru direndam kemudian disemai barulah ditanam. Tapi sekarang karena punya rotary, mereka pakai rotary saja maka tanahnya tidak terolah. Virus yang di atasnya masih hidup," tutur Yanuardi.

Menurut Yanuardi, meskipun penanaman terus dilakukan, namun pemerintah juga sudah berupaya melakukan penyuluhan dalam pengolahan tanah. Tetapi menurutnya hal tersebut sulit untuk diaplikasikan oleh petani.

Meski WBC sudah menyerang 63.075 ha, namun ini belum masuk dalam tahap mengkhawatirkan karena hanya sekitar 0,4% dari total area tanam sawah. "Kalau 0,4% itu belum masalah. Kalau sudah di atas 5% itu baru bisa dibilang serangan," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×