kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.540   10,00   0,06%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Penyelidikan safeguards tepung gandum dimulai


Jumat, 24 Agustus 2012 / 18:23 WIB
ILUSTRASI. Vaksinasi Covid-19 bagi karyawan dan pekerja Rajawali Property Group.


Reporter: Dina Farisah |

JAKARTA. Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) akan menindaklanjuti laporan Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) soal lonjakan impor tepung gandum. KPPI akan memulai penyelidikan tindakan pengamanan perdagangan (safeguards) atas impor tepung gandum itu hari ini (24/8).

Ketua KPPI Bachrul Chairi berkata menerima permohonan Aptindo agar pemerintah memasang safeguard pada impor tepung gandum pada 13 Agustus lalu. Aptindo mengaku telah mengalami kerugian serius atau ancaman kerugian serius akibat lonjakan volume impor itu.

Dari penelitiannya kemudian, KPPI memperoleh bukti awal berupa peningkatan volume impor tepung gandum selama periode tahun 2008-2011 dan indikasi awal mengenai kerugian anggota Aptindo.

Saat ini KPPI masih melangsungkan proses penyelidikan, Bachrul memberikan kesempatan kepada pihak yang berkepentingan untuk memberikan tanggapan tertulis atas penyelidikan yang kami lakukan. "Tanggapan tertulis dapat dikirim langsung ke KPPI melalui email kppi@kemendag.go.id,” jelas Bachrul, Jumat (24/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×