kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Penyerapan Rotan Lokal Rendah, Impor Mebel Rotan Tinggi


Jumat, 16 Juli 2010 / 08:10 WIB
Penyerapan Rotan Lokal Rendah, Impor Mebel Rotan Tinggi


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Peningkatan volume ekspor bahan baku rotan Indonesia ke luar negeri disebabkan karena pemakaian bahan baku rotan untuk industri rotan dalam negeri sangat rendah.

"Permintaan dari dalam negeri minim, dan terus menurun dari tahun ke tahun," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Rotan Indonesia (APRI) Sabar Nagarimba, Kamis (15/7).

Ia mencontohkan, tiga sampai empat tahun lalu, permintaan bahan baku rotan domestik mencapai 2000 ton per bulan, saat ini permintaan domestik hanya sekitar 500 ton per bulan.

"Padahal, produksi tidak turun,sehingga mau tidak mau kita harus ekspor," jelasnya. Ditambah lagi, saat ini banyak produk rotan yang berbahan baku sintetis, sehingga produk rotan semakin bersaing.

Mengenai kemungkinan adanya re-ekspor bahan baku rotan asal Indonesia dalam bentuk barang jadi atau mebel rotan, Sabar mengatakan kemungkinan itu selalu ada. "Tapi saya tidak bisa memastikan apakah produk mebel rotan yang diimpor ke Indonesia itu bahan bakunya dari Indonesia," kata Sabar.

Hanya saja, melihat permintaan bahan baku rotan dari industri domestik masih rendah, Sabar memperkirakan ke depan ekspor bahan baku rotan masih akan meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×