kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

PepsiCo Indonesia Buka Suara Soal Berbagai Kebijakan Pemerintah di 2025


Kamis, 12 Desember 2024 / 06:30 WIB
PepsiCo Indonesia Buka Suara Soal Berbagai Kebijakan Pemerintah di 2025
ILUSTRASI. DIrector of Goverment Affairs and Corporate Communication PepsiCo Indonesia, Gabrielle Angriani Johny. PepsiCo Indonesia menyampaikan bahwa kenaikan UMP sebesar 6,5% yang akan terjadi tahun 2025, tidak memundurkan niat berekspansi di Indonesia.


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PepsiCo Indonesia menyampaikan bahwa kenaikan upah minimum (UMP) sebesar 6,5% yang akan terjadi tahun 2025, tidak memundurkan niat berekspansi di Indonesia. 

Director of Government Affairs and Corporate Communications PepsiCo Indonesia Gabrielle Angriany Johny menuturkan Perusahaan masih melihat potensi pasar yang besar di Indonesia. 

"Indonesia merupakan salah satu pasar potensial secara regional, posisinya serupa dengan Thailand dan Vietnam. Kami sendiri, telah masuk ke dua negara tersebut puluhan tahun lalu," jelasnya dalam acara media gathering yang berlangsung di Jakarta Selatan, Rabu (11/12). 

Ia melanjutkan, PepsiCo Indonesia akan menyesuaikan dan taat pada aturan yang berlaku, termasuk aturan kenaikan UMP 2025 tersebut. Gabrielle menuturkan, PepsiCo adalah perusahaan yang akan selalu comply dengan regulasi dan kebijakan, selama hal tersebut tidak menghambat proses produksi. 

Baca Juga: Kunjungan Wisatawan Meningkat, Kinerja Hatten Bali (WINE) Terkerek

Di sisi lain, ia yakin dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% yang dipatok Pemerintah, dapat membawa PepsiCo Indonesia kepada pasar yang turut bertumbuh. 

Namun demikian, perempuan yang disapa Gabby tersebut tidak menutupi bahwa terdapat kegelisahan yang terjadi terhadap sejumlah regulasi Pemerintah yang berlaku tahun depan. Di antaranya adalah kebijakan mengenai cukai makanan dan minuman kemasan yang mengandung gula, garam dan lemak, dan juga cukai MBDK. 

Gabby mengatakan bahwa cukai MBDK, misalnya, dikhawatirkan menghambat inovasi dari sisi industri itu sendiri. PepsiCo Indonesia berharap, Pemerintah dapat mengkaji ulang kebijakan tersebut agar tidak membatasi inovasi dan investasi di sektor makanan dan minuman. 

"Terus terang, terkait cukai MBDK menurut saya bisa menghambat inovasi dari sisi industri dan membuat banyak hal dipikirkan investor. Jadi dari sisi investor, harus banyak yang dipikirkan jika cukai MBDK itu diterapkan," imbuhnya. 

Gabrielle menambahkan, Perusahaan akan memberikan perhatian khusus kepada kesehatan konsumennya dengan tidak mempromosikan produk kepada konsumen di bawah usia 13 tahun. 

"Kami juga mempromosikan konsumsi yang bertanggung jawab, semua akan diedukasi. Tidak konsumsi terlalu banyak dan sumber makanan dan minuman manis itu bukan bersumber dari mamin kemasan saja," paparnya. 

PepsiCo Indonesia sendiri akan memulai operasional dan produksi di pabrik PepsiCo Cikarang pada awal 2025 mendatang. Proyeksinya, Perusahaan dapat menyerap ratusan tenaga kerja dan pabrik akan bekerja dengan sistem smart manufacturing atau dengan penggunaan mesin yang lebih efisien. 

Baca Juga: Fokus Pasar Muda & After-Sales Responsif, REIWA Ingin Kuasai Pasar Elektronik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×