kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Pergeseran Tren, Korporasi Semakin Gencar Memanfaatkan Ranah Digital


Jumat, 26 September 2025 / 17:21 WIB
Diperbarui Jumat, 26 September 2025 / 17:23 WIB
Pergeseran Tren, Korporasi Semakin Gencar Memanfaatkan Ranah Digital
ILUSTRASI. Ilustrasi strategi digital perusahaan.


Sumber: Kompas.com | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Belanja komunikasi perusahaan semakin bergeser ke ranah digital. Menurut data Mordor Intelligence, nilai pasar iklan digital Indonesia diperkirakan mencapai US$ 3,23 miliar di 2025. Dan akan terus tumbuh hingga US$ 4,27 miliar pada tahun 2030 dengan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) sekitar 5,8%.

Salah satu korporasi yang mendorong ke arah digital adalah Pertamina. BUMN ini terus mengoptimalkan peran komunikasi melalui pemanfaatan area digital sebagai jembatan edukasi dan transparansi informasi seputar energi kepada masyarakat.

Sekretaris Perusahaan Pertamina, Arya Dwi Paramita mengatakan, pada era digital saat ini, kekuatan media daring menjadi kunci untuk membangun pemahaman publik mengenai hulu hilir energi.

“Sebagai perusahaan energi, Pertamina punya peran embentuk narasi yang tepat kepada masyarakat mengenai hulu hilir energi,” kata Arya, dikutip dari Kompas.com, belum lama ini.  

Baca Juga: Ini Pola Komunikasi Gen Z di Tengah Era Digital

Di sektor hulu,  Pertamina mengedukasi masyarakat tentang proses produksi minyak dan gas bumi (migas), membangun fleksibilitas kilang, dan pembangunan infrastruktur energi. Sementara itu, di sektor hilir, Pertamina mempunyai peran. seperti transformasi bisnis ritel dan layanan.

"Di sisi lain, Pertamina juga mengomunikasikan upaya transisi energi, seperti pengembangan biofuel, geothermal, hilirisasi produk kimia, dan bisnis rendah karbon lainnya,” jelas Arya. Beberapa perusahaan komunikasi juga memperluas ke arah digital. 

Brand kini tidak hanya mengejar eksposur, dan audiens setiap harinya dibombardir informasi. Maka brand membutuhkan strategi komunikasi yang menyatukan narasi, kanal, dan pengalaman untuk menghasilkan dampak ke bisnis lebih dari sekedar reputasi,” jelas Bima Marzuki, CEO & Founder Media Buffet, yang baru mendapat  Next Awards Indonesia 2025, Kamis (25/9). 

Bagi perusahaan, dinamika ini menjadi sinyal penting: strategi komunikasi kini tidak lagi fungsi pendukung, melainkan faktor kunci dalam membangun daya saing bisnis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×