kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Perindo kaji peluang investasi perikanan di Tanzania


Senin, 14 Mei 2018 / 15:21 WIB
ILUSTRASI. PASOKAN IKAN BEKU


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perindo) tengah mengkaji kesempatan kerja sama dengan pemerintah Tanzania. Termasuk di antaranya, tawaran Tanzania bagi Perindo untuk membangun dan mengoperasikan pelabuhan perikanan di negara tersebut.

Menurut Sekretaris perusahaan Perindo, Agung Pamujo, kerjasama ini akan menjadi kali pertama Perindo mengadakan bisnis langsung antarpemerintah, karena sebelumnya Perindo baru melakukan relasi bisnis langsung dengan perusahaan dari China, Amerika Serikat, Rusia dan Jepang.

Namun, karena masih menjajaki tahap awal, kini Perindo masih menunggu informasi akan potensi lengkap industri perikanan Tanzania sebelum mengeluarkan informasi lebih detail.

"Jika memang ada potensial baru, akan kita lakukan MoU," katanya, kepada Kontan.co.id, Senin (13/5).

Asal tahu, dalam keterangan pers yang diterima KONTAN, Direktur Utama Perum Perindo Risyanti Suanda menyampaikan, Dubes Tanzania untuk Indonesia tertarik untuk berbisnis penangkapan, pengolahan, perdagangan, hingga membangun dan mengoperasikan pelabuhan perikanan di Tanzania.

Adapun mengutip informasi dari Allafrica.com, kontribusi industri perikanan Tanzania terhadap ekonomi tersebut diestimasi kecil sebesar 2% atau 2 triliun Kenya Shiling (Sh) pada Produk Domestik Bruto (PDB) negara. Angka ini diperkirakan bisa meningkat lima kali lipat bila pemerintah aktif memperbaiki rantai pasokan pada industri tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×