kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Perindo mulai bangun pabrik pakan ikan di Subang


Rabu, 25 Januari 2017 / 17:11 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Perum Perikanan Indonesia (Perindo) akhirnya mewujudkan rencana pembangunan pabrik pakan ikan pertama di Sukamandi, Subang, Jawa Barat. Realisasi pembangunan pabrik pakan ikan dan udang ini dilakukan dengan bersinergi bersama dua BUMN lainnya.

Untuk pembangunan, Perindo mengandeng PT Hutama Karya (Persero) dan memanfaatkan lahan milik PT Sang Hyang Seri (SHS) seluas 4 hektare (ha) di Subang. Daerah ini dinilai strategis dalam memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik khususnya tepung jagung.

Direktur Utama Perindo Syahril Japarin mengatakan, pihaknya telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Perindo dengan PT Hutama Karya (Persero) pada Selasa, (24/1). Ia berharap dengan adanya sinergi antara BUMN ini dapat mempercepat proses pembangunan pabrik pakan ikan berkapasitas 10 ton per jam.

Nilai investasi pembangunan pabrik tersebut sebesar Rp 165 miliar. Dana invesasi ini berasal dari dana Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diterima Perindo.

"Kami memerlukan sinergi dengan BUMN lain karena cakupan bisnis kami sekarang masih terlalu kecil dan membutuhkan dukungan sesama BUMN," ujar Syahril, Rabu (25/1).

Syahril bilang, kerja sama dengan SHS juga untuk budidaya menggunakan sistem bioflock. Perindo optimistis produksi dari pabrik pakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi dalam usaha perikanan budidaya oleh para petambak lokal.

Saat ini rata-rata harga pakan ikan di dalam negeri berada di kisaran Rp 9.800 - Rp 11.000 per kilogram (kg). Harga ini dinilai tinggi sehingga membebankan peternak ikan budidaya karena harus merogoh kocek lebih dalam untuk biaya produksi pemeliharaan ikan.

Akibat mahalnya biaya produksi ikan, membuat harga ikan di pasaran juga tinggi. Kehadiran Perindo diharapkan dapat menekan harga pakan ikan, meskipun sejauh ini belum ada klaim dari Perindo berapa nantinya harga pakan ikan yang akan dijual.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×