kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

Persaingan AMDK Makin Ketat, Ini Strategi Danone Indonesia Jaga Daya Saing


Senin, 06 Juli 2026 / 16:46 WIB
Persaingan AMDK Makin Ketat, Ini Strategi Danone Indonesia Jaga Daya Saing
ILUSTRASI. AMDK Galon (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danone Indonesia optimistis dapat menjaga daya saing di tengah semakin ketatnya persaingan industri air minum dalam kemasan (AMDK) nasional.

Chief Operating Officer Danone, Vikram Agarwal mengatakan pihaknya menyadari tak sedikit brand baru yang masuk ke pasar AMDK domestik. Meski memang, perusahaan dengan merek dagang Aqua, Mizone, dan Vit ini masih menjadi pemimpin industri AMDK nasional hingga saat ini. 

"Kekuatan kami berada dalam distribusi dan kualitas air kami. Bisnis ini bukan bisnis yang mudah, di mana siapa pun bisa mendapatkan kualitas air yang sama," ujarnya dalam temu media di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Baca Juga: Surya Semesta (SSIA) Incar Ekspansi Industri dari Bekasi-Karawang ke Subang

Menurut Vikram, diperlukan investasi dengan jangka waktu yang cukup panjang selama bertahun-tahun untuk memastikan sumber air yang dimiliki tetap bersih dan bebas kontaminasi. 

Selain kualitas sumber air, Danone juga mengandalkan jaringan distribusi yang telah dibangun selama bertahun-tahun sebagai salah satu keunggulan perusahaan.

Perusahaan membangun sistem sirkularitas yang mendukung distribusi dan peredaran produknya di pasar.

Kendati demikian, Vikram mengakui persaingan di industri bukan hal yang dapat dimungkiri. "Tetapi, kita tidak melihat kompetisi datang dari perusahaan dengan skala nasional," ujarnya.

Menurut Vikram, sejumlah merek dapat memiliki posisi yang kuat di wilayah tertentu, seperti Bali, Jawa, hingga Sumatra. Sedangkan Danone disebut tetap unggul dengan skala bisnis dan jaringan distribusi yang menjangkau pasar nasional.

Selain kualitas produksi dan distribusi, Vikram bilang, perusahaan juga terus berupaya meningkatkan nilai tambah dari produknya di pasar.

Dia mencontohkan, perubahan kebutuhan konsumen mendorong perusahaan memperkuat portofolio Mizone sebagai minuman isotonik.

"Preferensi pelanggan juga berkembang dan kami melihat kebutuhan untuk membeli minuman premium daripada hanya air saja," imbuh Vikram.

Baca Juga: TransNusa Tambah 1 Rute Internasional dari Jakarta dan 2 Rute Domestik dari Denpasar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×