kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pertamina bangun infrastruktur SPBG


Selasa, 13 Maret 2012 / 21:20 WIB
ILUSTRASI. Man City vs Monchengladbach: Tekuk Die Fohlen 2-0, The Citizens ke perempat final


Reporter: Azis Husaini | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Pertamina (Persero) akan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Compressed Natural Gas (CNG) baru dengan investasi sebesar Rp 2,019 triliun. Pembangunan ini menyusul kebijakan pemerintah terkait konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke gas.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan mengatakan, pembangunan SPBG CNG baru tersebut berupa 6 unit mother station, 21 unit daugther station, 6 unit revitalisasi SPBG, 1 unit SPBG online, dan 84 unit CNG Tube Trailer. "Investasinya Rp 2,019 triliun," katanya," kata Karen saat RDP di Komisi VII DPR, Senin (12/3) kemarin.

Pertaminan akan membangun SPBG tersebut di di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Cirebon, Banten, dan Jawa Timur. Sekadar informasi, di luar rencana pembangunan itu, Pertamina telah memiliki 19 SPBG di DKI Jakarta, sebanyak 10 unit SPBG sudah beroperasi dan sisanya, sembilan unit SPBG masih dalam proses perizinan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan, pembangunan infrastruktur CNG tersebut ditargetkan selesai akhir 2012. "Saya kira infrastruktur yang sudah dibangun dan akan dibangun itu cukup untuk memenuhi kebutuhan gas mobil-mobil pelat merah," katanya.

Saat ini Pertamina sedang melakukan proses perizinan penempatan SPBG tersebut kepada pemerintah daerah. Harun meminta pemerintah daerah secepatnya bisa memberikan izin pembangunan tersebut untuk mendukung kesuksesan konversi BBM.

Keuntungan lain dengan adanya konversi ini, lingkungan Jakarta dan daerah lain yang akan dibangun infrstruktur CNG akan lebih sehat. "Pembangunan ini tergantung izin lahan yang dikeluarkan Pemda, kami berharap Pemda bisa kerjasama," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×