kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.884   -16,00   -0,09%
  • IDX 7.916   -19,65   -0,25%
  • KOMPAS100 1.115   -1,69   -0,15%
  • LQ45 811   -4,28   -0,53%
  • ISSI 278   0,32   0,11%
  • IDX30 424   -2,29   -0,54%
  • IDXHIDIV20 510   -4,57   -0,89%
  • IDX80 125   -0,32   -0,25%
  • IDXV30 138   -1,06   -0,77%
  • IDXQ30 138   -0,93   -0,67%

Pertamina beli sumur minyak Harvest di Venezuela


Jumat, 22 Juni 2012 / 09:14 WIB
Pertamina beli sumur minyak Harvest di Venezuela
ILUSTRASI. Membuat strategi investasi untuk memberikan keamanan finansial di masa depan dengan instrument bunga deposito terbaik


Reporter: Asnil Bambani Amri, Reuters | Editor: Asnil Amri

VENEZUELA. Produsen minyak dan gas Harvest Natural Resources Inc sepakat menjual proyek eksplorasi minyak mereka di Venezuela senilai US$ 725 juta kepada PT Pertamina, perusahaan minyak asal Indonesia. Penjualan tersebut dilakukan untuk menghindari adanya program nasionalisasi dari Presiden Hugo Chavez.

Kesepakatan penjualan itu meliputi pembelian perusahaan patungan antara Harvest dengan Petroleos de Venezuela SA, perusahaan minyak milik Venezuela.

Walaupun sudah ada kesepakatan, namun Pertamina mesti mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari pemerintah Indonesia. Begitu pula dengan Petroleos de Venezuela, yang harus minta persetujuan dari pemerintahnya.

Harvest mulai mengeksplorasi aset di Venezuela pada tahun 2010 lalu. Namun, proyek eksplorasi sulit berlanjut karena adanya lilitan utang para kontraktor.

Salah satu pejabat eksekutif menyebutkan, Harvest berinvestasi di Venezuela dengan risiko politik, sehingga mereka sulit untuk melihat adanya potensi pertumbuhan di Venezuela.

Walaupun Harvest berinvestasi di Venezuela, namun tetap saja saham dari perusahaan lookal mendominasi aset di Venezuela tersebut. Perlu diketahui, selain di Venezuela, Harvest memiliki proyek eksplorasi minyak di Oman, Indonesia, Gabon, China dan Amerika Serikat (AS).

Harvets menyatakan, mereka memperkirakan US$ $ 525 juta akan mereka peroleh setelah dipotong biaya transaksi dan pajak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×