kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Pertamina berharap Pertalite jadi tren baru


Kamis, 23 Juli 2015 / 09:55 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Pertamina (Persero) siap meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) terbaru, Pertalite, akhir pekan ini. Segala persiapan sudah dilakukan dan Pertalite siap dipasarkan dalam tahap tes pasar ke 103 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di tiga kota yaitu Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Wianda Pusponegoro, VP Corporate Communication Pertamina mengatakan, tahapan ini merupakan cara untuk mengetes sekligus mengetahui respon masyarakat terhadap Pertalite. BBM baru beroktan 90 ini diharapkan bisa menjadi tren baru sekaligus alternatif pilihan bagi masyarakat di seluruh Indonesia nantinya.

Konsumsi Pertamax, jelas Wianda, berhasil terbukti meningkat selama arus mudik dan balik Lebaran fase pertama tahun ini. Konsumsi Pertamax yang pada hari-hari biasa hanya 7.900 kiloliter, pada musim Mudik Lebaran 1436 H mencapai 10.000 kiloliter.

“Itu tren positif untuk BBM jenis non-subsidi. Kita berharap Pertalite juga sama (diterima baik),” kata Wianda dilansir Kompas.com, Rabu (22/7).

Setiap SPBU akan mendapat pasokan 8 ton Pertalite. Artinya, secara total Pertamina telah menyiapkan setidaknya 824 ton Pertalite untuk 103 SPBU. Sementara itu, setelah uji pasar selesai Pertamina akan memasok Pertalite sesuai dengan permintaan pasar.

Sejauh ini, kesiapan peluncuran Pertalite sudah hampir rampung. Pertamina sudah memasang dispenser Pertalite di kota-kota uji pasar, dan membangun tangki timbun di rest area yang juga akan menjual Pertalite. Wianda mengatakan seluruh modal untuk pemasaran BBM jenis baru ini ditanggung Pertamina.

“Kalau rata-rata satu SPBU itu Rp 60 miliar. Kalau investasi di SPBU CODO (Company Owned Dealer Operated), seperti rest area, semua infrastruktur BBM-nya Pertmina yang membangun. Biasanya pengusaha membangun rest area-nya dan fasilitas lainnya,” ucap Wianda. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×