kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Pertamina coba kurangi impor minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri


Kamis, 27 September 2018 / 20:53 WIB
Pertamina coba kurangi impor minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri
ILUSTRASI. ARMADA KAPAL PERTAMINA


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) masih terus melakukan impor minyak mentah (crude) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Data dari Kementerian ESDM, kebutuhan minyak mentah dan produk BBM Indonesia mencapai 1,3 juta sampai 1,4 juta barel per hari (bph).

Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina, Toto Nugroho menjelaskan saat ini Pertamina masih butuh impor crude mencapai kisaran antara 350.000 bph sampai 400.000 bph. 

"Kita kan butuh untuk kilang sekarang run 900.000an barel. Produksi dalam negeri dari GOI (Goverment of Indonesia) 500.000an. Jadi impor itu sekitar 350.000 bph maksimum 400.000 bph," ujar Toto pada Rabu (26/9).

Impor crude ini dilakukan Pertamina setiap tiga bulan sekali. Jumlahnya akan naik turun berdasarkan produksi crude dalam negeri.

Makanya untuk mengurangi impor ini, pemerintah telah mengeluarkan peraturan agar Pertamina membeli crude milik KKKS. Toto menyebut peraturan ini sangat membantu Pertamina mengurangi impor crude.

Pasalnya dari produksi minyak mentah Indonesia saat ini yang berkisar 775.000 bph, hanya sekitar 500.000 bph yang bisa diolah Pertamina. Sisanya sebesar 275.000 menjadi milik KKKS.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×