kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pertamina mulai optimalisasi potensi petrokimia


Minggu, 26 April 2020 / 12:36 WIB
ILUSTRASI. PT Pertamina (Persero) berencana mengembangkan kawasan TPPI menjadi pusat industri petrokimia yang terintegrasi


Reporter: Filemon Agung | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) mulai menyasar sejumlah peluang potensial lewat pengembangan petrokimia di tengah bayang-bayang penurunan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat corona.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan, upaya pengembangan petrokimia salah satunya terjalin lewat rencana kerjasama dengan PT Kimia Farma Tbk (KAEF).

"Kerjasama ini sedang bersama-sama dijajaki dan dikaji oleh Pertamina dan Kimia Farma melalui studi untuk memformulasikan bahan petrokimia turunan dari industri migas yang bisa menjadi bahan dasar industri farmasi," tutur Fajriyah kepada Kontan.co.id, Jumat (24/4).

Baca Juga: Konsumsi BBM Turun Akibat PSBB & Larangan Mudik

Rencana pengembangan Petrokimia ini sebelumnya disampaikan langsung oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam agenda RDP Virtual bersama Komisi VII DPR RI.

Nicke menilai, kondisi pandemi corona membuat pihaknya memetakan dua peluang bisnis yang dapat bertahan ditengah kondisi bencana. Kedua bisnis tersebut yakni farmasi dan logistik.

"Ada dua industri yang akan terus tumbuh (di tengah situasi bencana) yaitu farmasi dan logistik," ungkap Nicke, pekan lalu.

Kendati demikian, Pertamina belum bisa mengemukakan lebih jauh seputar nilai transaksi kerjasama ini sebab masih dalam proses diskusi kedua belah pihak.

Yang terang, Fajriyah memastikan kesiapan kilang milik Pertamina dalam mengolah petrokimia sebagai bahan kimia dasar penunjang kebutuhan farmasi.

Selain itu, Pertamina juga tidak menutup kemungkinan menjajaki peluang kerjasama lainnya di tengah situasi pandemi ini.

"Ya tidak menutup kemungkinan (peluang kerjasama lainnya). Pertamina kan sekarang sudah mayoritas di TPPI yang memang khusus mengolah petrokimia," jelas Fajriyah.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×