kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.015   52,00   0,29%
  • IDX 5.788   93,20   1,64%
  • KOMPAS100 752   17,04   2,32%
  • LQ45 570   13,51   2,43%
  • ISSI 200   1,74   0,88%
  • IDX30 323   7,63   2,42%
  • IDXHIDIV20 397   8,36   2,15%
  • IDX80 85   1,92   2,30%
  • IDXV30 108   1,64   1,55%
  • IDXQ30 104   2,00   1,97%

Pertamina resmi hentikan proyek terminal regasifikasi LNG Bojonegara


Senin, 09 Juli 2018 / 20:43 WIB
ILUSTRASI. PASOKAN PERDANA LNG BLOK MAHAKAM ke FSRU Nusantara Regas


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) akhirnya secara resmi menghentikan proyek regasifikasi (Penampungan) Liquefied natural gas (LNG) di Bojonegara, Banten. Plt Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan hal tersebut karena head of agreement proyek tersebut tidak berlaku saat ini.

Pertamina juga tidak akan memperpanjang kesepakatan untuk melanjutkan proyek regasifikasi LNG di Bojonegara tersebut. Sejauh ini Pertamina mengaku tidak ada kerugian yang dialami akibat pembatalan proyek regasifikasi LNG di Bojonegara tersebut.

Nicke beralasan penghentian proyek regasifikasi LNG tersebut dikarenakan sudah tidak layak secara bisnis. "Waktu itu kebutuhan gas turun sehingga tidak layak secara bisnis," ungkap Nicke, Senin (9/7).

Untuk ke depannya, Nicke bilang perencanaan infrastruktur LNG akan tergantung pada kebutuhan gas untuk proyek pembangkit listrik. "Kami lihat kebutuhan listrik, kan demand terbesar di listrik untuk pembangkit. Nanti kami liat saja, kami akan ada perencanaan bersama," jelas Nicke.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Herman Khaeron mengatakan proyek terminal regasifikasi di Bojonegara memang tidak berlanjut karena memang kebutuhannya tidak ada. "Dari rencana 500 mmcfd, kebutuhannya cuma 50 mmbtu. Secara bisnis ini tidak layak, jadi dihentikan," kata Herman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×