kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pertumbuhan Pasokan Ruang Perkantoran Diprediksi Stagnan


Kamis, 10 Juli 2025 / 13:51 WIB
Pertumbuhan Pasokan Ruang Perkantoran Diprediksi Stagnan
ILUSTRASI. Seiring perkembangan zaman yang mendorong skema work from anywhere (WFA), pertumbuhan pasokan ruang kantor ke depannya berpotensi tak akan signifikan.


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Seiring perkembangan zaman yang mendorong skema work from anywhere (WFA), pertumbuhan pasokan ruang kantor ke depannya berpotensi tak akan signifikan. 

Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Bambang Ekajaya menyebut, itu terjadi seiring kebutuhan yang berkurang. 

“Office space (ruang kantor) pasti trennya turun karena makin banyak perusahaan yang memberlakukan WFA bagi pekerjanya, membuat kebutuhan ruang kantor konvensional berkurang,” jelas Bambang kepada Kontan, Kamis (10/7). 

Seiring dengan itu, Bambang menilai perlu ada terobosan dari pengembang untuk menciptakan ruang kantor yang bisa laku di pasar. Pasalnya, Bambang menilai pasar start up saat ini masih potensial untuk dibidik. “Start up masih tumbuh walaupun tidak sekencang 3 tahun lalu,” katanya.

Baca Juga: Pasokan Ruang Kantor Terbatas Sampai Akhir Tahun, Ada Peluang Okupansi Meningkat

Terkait itu, pembangunan ruang kantor dengan konsep mixed use bisa menjadi solusi. Bambang menjelaskan, kombinasi ruang kantor dengan fungsi-fungsi lain seperti hotel, apartemen, atau mall, dapat membantu mendorong minat penyewa.

Di sisi lain, Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto menyebut minimnya pasokan ruang kantor justru bisa menjadi peluang pertumbuhan tingkat okupansi (keterisian)

Memang, Colliers Indonesia mencatat tak ada pasokan ruang kantor baru di area CBD atau central business district (kawasan pusat bisnis) sepanjang tahun 2025. Dus, jumlah ruang kantor yang belum terserap berpotensi menurun dari 1,9 juta meter persegi pada tahun 2024 menjadi 1,8 juta meter persegi pada tahun 2025.

Bukan tanpa alasan Colliers Indonesia memasang proyeksi yang cenderung moderat. “Secara historikal, tingkat serapan ruang kantor sejak pandemi Covid-19 memang belum bisa kembali ke level sebelum pandemi,” kata Ferry dalam media briefing, Rabu (9/7).

Saat itu, ia bilang serapan ruang kantor di CBD bisa mencapai kisaran 250.000 meter persegi. Namun saat ini hanya di kisaran 100.000–150.000 meter persegi. “Ada harapan tingkat hunian ruang kantor bisa pulih, tetapi tidak agresif,” imbuhnya. 

Baca Juga: Kinerja Sektor Properti Kuartal I-2025: Ritel Tumbuh, Perkantoran dan Hotel Tertekan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×