Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya (ESDM) mengungkap bahwa perusahaan multinasional asal India yang memiliki fokus pada industri energi dan pertambangan, Essar Group tengah melirik investasi revitalisasi kilang atau proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) kilang di Indonesia.
“Jadi kita kan lihat RDMP itu baik. Kemudian Pak Menteri juga melihat, oh ini ada investor yang ingin berinvestasi. Kemarin dimediasi oleh Pak Menteri untuk langsung bertemu dengan Pertamina secara B2B,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jumat (6/2/2026).
Laode menambahkan, saat ini kilang paling potensial untuk diterapkan revitalisasi adalah kilang Dumai, Riau. "Salah satunya Dumai. Hasilnya nanti akan ada diskusi dulu sama Pertamina," tambah Laode.
Baca Juga: Kementerian ESDM Ungkap Potensi DMO Batubara Naik jadi 30%
Ke depan, kata Laode akan ada pertemuan lanjutan antara Essar Group dengan Pertamina terkait investasi ini. "Ini masih tahap dipertemukan dulu antara Essar sama Pertamina. Masih ada pertemuan selanjutnya untuk membahas itu," kata dia.
Sebelumnya, potensi kilang Dumai menjadi kilang minyak di Indonesia selanjutnya yang diterapkan teknologi RDMP sudah lebih dulu diungkap oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
"Semalam saya rapat sama teman-teman Pertamina sampai jam 2 malam, jam 2 subuh. Selain disini (Balikpapan), kita akan mengembangkan untuk storage dan kapasitas-kapasitas RDMP lain seperti di Dumai," ungkap Bahlil dalam agenda peresmian RDMP Balikpapan, di Balikpapan, Senin (12/01/2024).
Senada, Laode juga sempat menyebut terdapat potensi penerapan pada kilang berkapasitas 170.000 barel per hari tersebut.
Baca Juga: Terjadi Kecelakaan di IUP PTBA, ESDM Kirim Tim Inspektur Tambang
"Ada, ada potensi (RDMP Dumai). Jadi ekspansi kilang itu selalu ada karena yang diutamakan bagaimana meningkatkan kapasitas kilang biar bisa menyuplai dalam negeri," ungkap Laode saat ditemui di kawasan Parlemen Senayan, Kamis (22/01/2026).
Meski begitu, Laode bilang belum ada target atau tanggal pasti untuk menerapkan RDMP Kilang Dumai. Menurutnya, perlu ada kajian terhadap studi kelayakan (feasibility study) secara mendalam terlebih dahulu.
"Iya, harus ada kajian dulu," kata dia singkat.
Selanjutnya: Tak Ada Penempatan Investasi di Instrumen Saham, Jasindo Syariah Jelaskan Alasannya
Menarik Dibaca: Sambut Imlek, Genki Sushi Hadirkan 3 Menu dengan Harga Spesial
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













