Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memastikan kesiapan anggarannya untuk mendanai subsidi solar bagi nelayan.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah mengatakan bahwa pihaknya siap mengucurkan anggaran yang dibutuhkan untuk 400.000 kiloliter solar yang akan di salurkan pada seluruh nelayan. "BPDP siap support aja," jelas Alfansyah dijumpai di Kantor BPDP, Rabu (15/7/2026).
Baca Juga: Tren Skinification Oral Care, Biaya Rawat Gigi Indonesia Termahal Kedua di ASEAN
Afriansyah tidak menjelaskan detil berapa anggaran yang di siapkan untuk program subsidi nelayan. Pihaknya hanya memastikan anggaran yang disiapkan kurang dari Rp 1,5 triliun.
Angka ini didapatkan dari asumsi subsidi yang akan ditanggung oleh BPDP sebesar 3.600/liter dan dikalikan dengan alokasi solar yang ditetapkan sebesar 400.000 kiloliter. "(Anggaran 1,5 triliun pak?) kurang dari itu," terangnya.
Lebih lanjut, Afriansyah juga memastikan penugasan baru ini tidak akan menaikan Punguntan Ekspor (PE) perkebunan di tahun ini.
Selain itu, pihaknya juga menyebut pemberian subsidi nelayan ini tidak mengganggu pendanaan BPBP untuk program perkebunan seperti peremajaan sawit rakyat maupun kegiatan riset lainnya.
"Kan sudah saya sampaikan dia tadi PSR Reset SDM Tidak boleh tidak ada dananya Itu pasti harus ada. InsyaAllah semuanya cukup," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomia) Airlangga Hartarto memastikan pemberian subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) nelayan tidak didanai oleh APBN. Airlangga menyebut pemberian harga khusus untuk BBM nelayan sebesar Rp 15.000/liter akan didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
"Kenapa, karena BPDP punya cukup dana untuk biayai itu, bukan APBN karena harga minyak dan solar biodiesel sudah meningkat oleh karena ada dana yang bisa diberikan," kata Airlangga dalam keterangan pers melalui Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (14/7/2026).
Baca Juga: Lalamove Ekspansi Layanan ke Riyadh, Bidik Sektor UKM di Arab Saudi
Airlangga menjelaskan kebijakan harga BBM Khusus ini diberikan kepada pengusaha nelayan yang memiliki kapal sebesar 30 gross tonnage (GT) hingga 200 GT.
Relaksasi ini diberikan untuk mendukung operasional industri perikanan ditengah meningkatkan harga solarnon subdisidi yang melonjak hingga Rp 21.300/liter.
"Untuk itu pengusaha nelayan ini perlu diberikan harga kekhususan tadi di bahas harga yang disepakati Rp 15.000/liter," lanjut Airlangga.
Pemerintah juga menyepakati harga solar nonsubsidi dipatok sebesar Rp 18.600/liter. Sehingga terdapat selisih Rp 3.600/liter yang akan ditanggung melalui dana BPDP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














